GRESIK, BN News – Tradisi Open House Idulfitri 1447 H / 2026 M di lingkungan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali digelar penuh kehangatan dan kedekatan pada Rabu (25/3/2026).
Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati (Wabup) H Asluchul Alif, dan Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman membuka pintu rumah dinas mereka masing-masing bagi masyarakat, pejabat, ASN, dan tamu dari berbagai kalangan.
Sejak pagi hari, para pegawai di lingkungan Pemkab Gresik yang kompak mengenakan seragam hitam-putih, bersama masyarakat umum, tampak silih berganti datang untuk saling bermaaf-maafan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan, S.Pd, SE, MM menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat persaudaraan di lingkungan pemerintahan.
“Rencananya open house ini berlangsung hingga Jumat (27/3/2026) mendatang. Namun, pelaksanaannya tetap digelar secara sederhana,” ujar Johar Gunawan.
Meskipun ada kegiatan silaturahmi, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal. Setelah melakukan Halalbihalal dengan kepala daerah, para pegawai diinstruksikan untuk langsung kembali ke kantor masing-masing guna menjalankan tugasnya.
Pantauan di Rumdin Wabup, tampak dr Asluchul Alif sibuk menyambut dan melayani setiap tamu yang datang. Bahkan ia memberikan kesempatan para tamu untuk berfoto bersama. “Ini jadi ajang silaturahmi yang cair. Tak ada sekat antara pejabat dan masyarakat,” ujar seorang tamu.
Sementara itu, di rumah dinas Bupati Gresik yang berada di belakang Pendopo Alun-alun suasana begitu hangat penuh kebersamaan. Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik menyambut para tamu satu per satu, menjabat tangan mereka sambil menyampaikan permohonan maaf lahir batin. Di sela-sela acara, ia terlihat berbincang santai dengan beberapa anggota DPRD Gresik, awak media, dan tamu-tamu lainnya.
Kesan sederhana dan penuh kedekatan juga tampak di rumah dinas Sekda Gresik di Jalan Raden Santri. Achmad Washil Miftahul Rachman menyambut sendiri para tamu yang datang, menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata menjalin kedekatan dengan masyarakat. (Telisik Hati)
















