GRESIK, BN News – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Gresik menghadirkan dua tokoh nasional yakni Imam Nahrawi (Waketum PB IKA PMII) dan Luluk Nur Hamidah (Ketum PB IKA Perempuan sekaligus Komisaris PT. Petrokimia Gresik) dalam puncak peringatan Harlah ke-66 di Kantor MUI Gresik.
Acara bertajuk ‘Aksi Nyata PMII Untuk Indonesia: PMII Gresik Berdaya dan Berkarya’ ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus refleksi bagi seluruh kader di wilayah Kabupaten Gresik.
Selama dialog kebangsaan berlangsung, para narasumber mengulas pentingnya integritas dan peran mahasiswa dalam mengawal keadilan sosial. Apalagi di Kabupaten Gresik banyak didapati Pesantren dan Industri.
Sehingga menjadi penting untuk kader PMII bersama dengan kelompok masyarakat terkhusus masyarakat pesantren untuk berperan aktif dalam mengawal pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik demi menjaga kearifan lokal dan Industri yang humanis.
Ketum PB IKA Perempuan sekaligus Komisaris PT. Petrokimia Gresik Luluk Nur Hamidah menyampaikan, mahasiswa harus berperan aktif dalam mengawal dunia industri agar bisa membawa dampak positif terhadap seluruh elemen masyarakat, terutama dunia pesantren.
“Mahasiswa harus aktif mengawal pertumbuhan industri, agar bisa membawa dampak positif terhadap seluruh elemen masyarakat, terutama dunia pesantren. Sehingga keberadaan mahasiswa sebagai kaum intelektual betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan Waketum PB IKA PMII Imam Nahrawi mendorong agar kader-kader PMII mampu membaca peluang dan segala potensi untuk mengisi ruang-ruang publik.
“Maksimalkan segala potensi dan kreatifitas agar kader-kader PMII bisa mengisi ruang-ruang publik. Apalagi di Kabupaten Gresik ini adalah basis pesantren dan industri,” beber dia.
Ketua Umum PC PMII Gresik, Muhammad Dafa Abie Almadhani menekankan agar kader-kader PMII mengedepankan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kader-kader PC PMII Gresik dapat terus menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran dalam setiap gerak langkah,” pintanya.
Sementara salah satu Alumni PMII Gresik Al Ushudi menilai dialog ini sangat penting untuk merefleksikan fungsi dan sumbangsih kader-kader PMII dalam ruang ide dan gagasan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Kader PMII harus serius terhadap kritik kebijakan yang tidak berpihak. Harua menjadi garda terdepan dalam menjaga kepentingan masyarakat gresik. Apalagi gresik sudah dikelilingi industri internasional. Kader pmii harus dapat mengawal, memantau, mengawasi terhadap induatri yang mengerus kearifan lokalitas dan budaya kesantrian kedaerahan,” jelasnya.
Kemeriahan rangkaian acara puncak peringatan Harlah ke-66 PMII ditutup dengan “Panggung Kreasi” yang menampilkan bakat seni para kader PMII Gresik sebagai selebrasi kreativitas. Mulai dari seni tunggal pencak silat, seni tari, hingga penampilan musik dari grup d’Broi. (Telisik Hati)
















