Surabaya, BN News – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, secara resmi membuka kegiatan asesmen calon Kepala MAN Insan Cendekia (MAN IC) Pasuruan yang diselenggarakan di Movenpick Hotel Surabaya, baru-baru ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubdit GTK Bina GTK MA/MAK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kabid Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, serta para calon Kepala MAN IC Pasuruan.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa proses asesmen ini bertujuan untuk mendapatkan sosok kepala madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif kepemimpinan yang kuat dan visioner.
“Kita ingin mendapatkan kepala MAN IC yang perspektif. Kepala itu tidak cukup hanya menjadi orang baik dan orang pintar, tetapi juga harus berani mengambil risiko dan mampu berpikir out of the box,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa terdapat tiga kompetensi utama (3K) yang wajib dimiliki oleh seorang kepala madrasah. Pertama, kemampuan intelektual, yaitu daya pikir kritis dan nalar yang tinggi. Kedua, kemampuan teknis, yakni kecakapan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diemban. Ketiga, kemampuan mentalitas, yaitu memiliki kestabilan mental dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kepala madrasah harus belajar menjadi seorang pejuang, petarung, sekaligus pemenang dalam menghadapi dinamika kepemimpinan,” imbuhnya, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, Akhmad Sruji Bahtiar juga menekankan pentingnya dua aspek empati (2E) dalam kepemimpinan madrasah. Pertama, empati intelektual, yakni kemampuan memahami dan mengembangkan potensi akademik lingkungan madrasah. Kedua, empati emosional, yaitu kepekaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan mendukung perkembangan seluruh warga madrasah.
Kegiatan asesmen ini diharapkan mampu menghasilkan pemimpin MAN IC Pasuruan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas serta mampu membawa madrasah menuju kemajuan yang berkelanjutan. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















