GRESIK, BN News – Pernikahan dini dan krisis identitas masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda di era digital. Tanpa fondasi emosional yang kuat, remaja rentan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat dan keputusan instan yang merugikan masa depan mereka. Di sinilah pentingnya intervensi edukasi pranikah sejak bangku sekolah untuk membentuk karakter yang matang dan bertanggung jawab.
Merespons kebutuhan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik melalui Penyuluh Agama Islam hadir memberikan pembekalan taktis kepada ratusan siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio). Kegiatan bertajuk Inspiring Talk dengan tema “Self Love First: Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Pelaminan” ini digelar di Masjid Al Mizan Smamio pada Kamis, 21 Mei 2026.
Hadir sebagai pemateri, Penyuluh Agama Islam Kemenag Gresik, Mas’ud dan Nailul Muna. Dalam paparannya, Mas’ud menjelaskan bahwa bimbingan ini bertujuan memberikan life skill, mengedukasi pentingnya menunda usia perkawinan dini, serta meluruskan paradigma masyarakat bahwa peran instansi di bawah Kemenag tidak sebatas mencatat pernikahan, melainkan mengawal kesiapan keluarga sejak usia remaja.
Sementara itu, Nailul Muna memperkuat materi dengan menjelaskan konsep self love dalam Islam, yaitu bagaimana remaja menghargai potensi diri, mengendalikan emosi, dan menjaga batasan pergaulan sesuai syariat.
Melalui sinergi ini, para siswa diharapkan tidak hanya siap secara akademik menjelang kelulusan, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual dan mental yang kokoh dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat. (*)
#KemenagGresik #PenyuluhAgamaIslam #EdukasiRemaja #SmamioGresik #PencegahanPernikahanDini #BimbinganMasyarakatIslam #SahabatRemaja
















