GRESIK, BN News – Ayo Rek podo selektif memilih memilah dan mencerna kabar berita, jangan mudah terprovokasi dari beberapa cuplikan narasi maupun video, kita selami dulu dari akarnya ya rek…
Jangan mudah diadu domba sesama saudara kita ya rek !!
Ya, aksi unjuk rasa warga korban penggusuran lapak di Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik, mendadak ramai diperbincangkan setelah cuplikan video Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, Syahrul terlihat berdiri di hadapan massa aksi sambil menunjuk ke arah demonstran. Ia juga terdengar melontarkan ucapan bernada tegas, “Nek rusuh ojok ndok kene,” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kalau membuat keributan jangan di sini.”
Video tersebut langsung memicu beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menilai ucapan serta gestur tersebut kurang mencerminkan sikap seorang pejabat publik saat menghadapi warga yang tengah menyampaikan aspirasi.
Aksi demonstrasi itu dilakukan oleh warga terdampak penggusuran lapak di kawasan Semambung, Driyorejo. Mereka mendatangi Kantor DPRD Gresik untuk meminta penjelasan dan memperjuangkan hak mereka pasca penertiban lapak.
Viralnya video tersebut membuat publik ramai memberikan komentar di media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan cara wakil rakyat merespons aspirasi masyarakat, terutama dalam situasi yang memanas.
Menanggapi video tersebut, Syahrul memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi saat dirinya menemui pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya ditertibkan dari bantaran Kali Avour di Kecamatan Driyorejo, Gresik.
“Jadi itu awalnya kami kan sedang rapat, ada rapat internal DPRD Gresik. Kemudian pedagang gedor-gedor pintu, akhirnya saya turun menemui,” ujar Syahrul, Ahad (24/5/2026).
Syahrul mengatakan dirinya turun menemui para PKL di lobi gedung DPRD Gresik untuk membahas solusi terkait nasib mereka setelah penertiban dilakukan.
Namun, saat audiensi berlangsung, ia mengaku ada pihak yang memprovokasi situasi.
“Ada provokator saat kami cari solusi. Saat sedang mencari solusi bersama para pedagang, ada oknum yang memprovokatori, dan saya lihat itu bukan pedagang,” kata Syahrul.
Ia menegaskan oknum tersebut mengeluarkan kata-kata keras yang membuat dirinya terpancing emosi.
Meski demikian, audiensi disebut tetap berlanjut untuk membahas solusi bagi para pedagang. (*)
#MakeGresikGreatAgain
#SyahrulMunir
#inCakSyahrulWeTrust
#PKBGresik #FraksiPKB #FPKB #Gresik #PKBmembelaRakyat #LebahParlemen #LebahGresik #PKBGresik #PKB #DPRDGresik #PKBsatukanIndonesia
















