Oleh: Esti El Faizah, M.Pd (Dewan Pembina KOMPAN)
Tulungagung, BN News – Sabtu pagi yang cerah, pada 23 Mei 2026 , tidak seperti biasanya tampak suasana Candi Sanggrahan Tulungagung ramai pengunjung. Hari itu Komunitas Padhang Njingglang mengelar kegiatan Menggambar Memori Bahagia bersama sekitar seratus anak- anak SD dan puluhan murid SMK di sekitar Candi Sanggrahan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.
Kegiatan Padhang Njingglang Art Fest 2026 diselenggarakan di Candi Sanggrahan dengan tujuan menghidupkan fungsi edukasinya sebagai ruang publik.
Hasil karya rupa peserta nantinya akan dipamerkan di Pendopo Hiraprajan Padhang Njingglang di Jl. Mastrip Gg I no 23 C Jepun Tulungagung pada 1 s.d 7 Juni 2026 yad.
Menggambar Memori Bahagia dengan metode AMB (Aktivasi Memori Bahagia) ini meruoakan sebuah metode menggambar yang diawali dg aktivasi memantik emosi bahagia dalam diri setiap anak.
Seperti diketahui memori bahagia akan melecut seseorang untuk terus bergerak dinamis menapaki cerita hidupnya di masa yang akan datang. Cerita-cerita kebahagiaan masa lalu yang diingat itu akan memotivasi jiwa untuk bertumbuh menjawab tantangan hidupnya.
Inilah yang disadari betul oleh Komunitas Padhang Njingglang(KOMPAN) Tulungagung yang tengah menggelar KOMPAN Art Fest 2026 sehingga pelatihan aktivasi memori bahagia (AMB) menjadi salah satu agenda ikonik utama dalam rangkaian kegiatan festival tahun ini.
Metode AMB ini juga ditemukan oleh pendiri Komunitas ini,Anang Prasetyo yang juga seorang guru seni budaya, pelukis dan pegiat sosial.
Kegiatan AMB ini digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026 di pelataran candi Sanggrahan sebagai ruang publik, situs histori yang masih harus terus dikembangkan fungsinya untuk pengembangan kemajuan pendidikan anak bangsa.
Acara ini diikuti sekitar sekitar 100 murid SD sekitar Sanggrahan dan juga dimeriahkan dengan kehadiran puluhan siswa SMK di kecamatan Boyolangu Tulungagung.
Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Padhang Bulan, suasana candi Sanggrahan hari itu tampak begitu hidup.

Pelatihan AMB dilanjutkan dengan pengkondisian peserta dalam gelombang alfa di mana Pak Anang di sesi ini mengajak para peserta untuk “memanggil” kembali memori-memori bahagia mereka melalui perenungan untuk disyukuri dan selanjutnya dituangkan dalam kanvas dan kertas mereka dalam bentuk lukisan dan gambar.
Pada sesi perenungan ini tampak cukup banyak peserta yang meneteskan air mata mengingat memori kebahagiaan mereka.
Di akhir acara Pak Anang meminta beberapa peserta untuk mempresentasi karya rupa mereka di depan forum dengan menceritakan memori bahagia yang mereka lukis.
Puji syukur dipanjatkan kepada Alloh SWT, Tuhan semesta alam atas terselenggaranya kegiatan ini. Kebahagiaan juga dirasakan oleh para orang tua siswa dan para guru yang hadir dalam kegiatan ini dengan memberi apresiasi positif mereka.
Mereka berharap bahwa kegiatan semacam ini bisa terus dikembangkan di masa yang akan datang sebagai sebuah sinergi yang pisitif antara Komunitas-komunitas sosial masyarakat dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari pemerintah melalui Dana Indonesiana, LPDB dan Kementrian Kebudayaan RI seperti pada kegiatan kali ini.
Semoga. (*)
#stlf#
















