HARLAH NU: Wabup Ning Min saat menghadiri Harlah NU ke-99 oleh MWC NU Wringinanom yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darut Taqwa, Sooko, Wringinanom. (Didik Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-99 oleh MWC NU Wringinanom yang diselenggarakan di Pondek Pesantren Darut Taqwa, Sooko, Wringinanom, hari ini, Minggu (13/03).

Dalam kegiatan peringatan Harlah yang menghadirkan penceramah KH. Syukron Jazilan ini, dilaksanakan pula pelantikan pengurus GP Ansor Wringinanom. Tampak hadir pula Pengurus Pondok Pesantren Darut Taqwa sekaligus Ketua MWC NU Wringinanom KH. Achmad Thohurin, perwakilan dari PCNU Syifaul Qulub, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Ufiq Zuroida, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Abdul Qodir, serta segenap pengurus MWC NU Wringinanom baik unsur Syuriah dan Tanfidiyah, Fatayat, Muslimat dan GP Ansor.
Pada Kesempatan ini Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau yang biasa disapa Ning Min mengajak semua warga NU untuk bersama-sama memiliki rasa bangga sebagai warga NU.

“Sebagai salah satu anggota NU, Saya mengajak kepada seluruh komponen NU yang ada di Wringinanom ini untuk merasa bangga menjadi anggota NU. Kita harus merasa bangga, apalagi NU ini adalah salah satu organisasi Islam terbesar di dunia,” ujar Ning Min.
Bentuk rasa bangga tersebut menurut Ning Min salah satunya bisa ditunjukkan dengan tidak lagi malu-malu untuk menunjukkan identitas ke-NU-annya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan ini Bu Min mengajak segenap elemen NU untuk bersama-sama pemerintah Kabupaten Gresik bahu-membahu menyejahterakan masyarakat. Dalam bidang kesehatan contohnya, pemerintah Kabupaten Gresik saat ini tengah berupaya untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang belum ter_cover_ BPJS. Tidak berhenti disitu, pihak NU lewat MWC diharapkan juga ada sinergi dengan menyediakan klinik-klinik kesehatan di tiap-tiap MWC, sehingga pelayanan kesehatan bisa menjangkau hingga ke masyarakat terbawah.

“Selain bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Gresik juga memiliki program pemberian pinjaman bagi pelaku usaha tanpa agunan. Syarat utamanya adalah harus punya usaha, karena pinjaman ini tujuannya untuk membantu modal untuk usaha masyarakat,” pungkas Ning Min.
“Itu semua merupakan keinginan-keinginan dari pemerintah Kabupaten Gresik bersama dengan NU yang ingin membangun sinergitas bersama-sama untuk menjadikan masyarakat Kabupaten Gresik menjadi masyarakat yang _baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur_”, tambahnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















