GRESIK, BN News – Membangun sebuah peradaban yang kuat harus dimulai dari penguatan unit sosial terkecil, yaitu keluarga. Menikah bukan sekadar urusan seremonial atau pemenuhan aspek hukum formal semata, melainkan sebuah amanah besar untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas, terbebas dari ancaman stunting dan kerapuhan rumah tangga.
Sebagai langkah preventif yang nyata, KUA Kecamatan Manyar bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) bersinergi memberikan edukasi terpadu bagi para calon pengantin (catin) di Balai Nikah KUA Manyar, Rabu (24/06). Urgensi dari kegiatan kolaboratif ini adalah memotong hulu persoalan stunting langsung pada akar rumputnya, yakni kesiapan lahir dan batin pasangan baru.
Penyuluh Agama KUA Manyar, Nurul Kholifah, menegaskan bahwa konsep keluarga sakinah harus diimplementasikan secara konkret melalui penciptaan rasa aman, damai, dan bahagia secara spiritual serta emosional di rumah tangga. Dari sisi kesehatan fisik, Penyuluh PLKB Manyar, Lilik, menekankan bahwa kecukupan gizi pra-nikah dan kematangan usia adalah variabel penentu kualitas janin kelak.
Sinergi ini membuktikan bahwa Kemenag Gresik tidak hanya mengawal keabsahan ritual pernikahan, tetapi juga berkomitmen penuh mendukung program nasional dalam menurunkan angka stunting serta meminimalisir perselisihan keluarga demi masa depan umat yang lebih kokoh.
Mari kita dukung gerakan bimbingan perkawinan terpadu ini demi kemaslahatan umat. Bagikan informasi bermanfaat ini kepada keluarga dan kerabat kita. (*)
#KemenagGresik #KUAManyar #KetahananKeluarga #SakinahBersama #PenyuluhAgamaBergerak
















