GRESIK, BN News – Sebanyak 185 guru sertifikasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Menganti bersiap melakukan lompatan besar dalam dunia pendidikan.
Guna menjawab tantangan era digital, mereka digembleng dalam workshop intensif di Hotel Grand Whiz, Trawas, Mojokerto pada 7–8 Juli 2026. Pelatihan ini krusial untuk membekali para pendidik dengan instrumen evaluasi kokurikuler berbasis digital yang akurat, efisien, dan menarik bagi siswa generasi modern. Sinergi Kantor Kemenag Gresik bersama MWC LP Ma’arif NU Menganti ini dirancang untuk mendongkrak standardisasi nilai akademis secara merata di wilayah tersebut.
Menariknya, kecanggihan teknologi ini tetap bertumpu pada penguatan spiritual. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menegaskan bahwa digitalisasi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Beliau menginstruksikan pembiasaan konsisten seperti berdoa bersama sebelum masuk kelas demi menjaga keistiqomahan siswa.
“Melestarikan budaya yang baik harus dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten. Selain memperkuat spiritualitas, kita juga harus menanamkan bahwa salah satu ciri utama orang yang sukses adalah memiliki empati yang tinggi terhadap sesama,” tegasnya.
Dipandu oleh Kasi Pendma Masfufah serta Pengawas Madrasah Fahrur Rozi dan Mulyono, seluruh peserta diwajibkan langsung mempraktikkan instrumen baru ini di madrasah masing-masing setelah kegiatan selesai. Ketuk tombol bagikan sekarang untuk mendukung guru-guru kita melek teknologi! (*)
#KemenagGresik #MadrasahDigital #GuruSertifikasi #PendidikanModern #MengantiBangkit
















