Gresik, BN News – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X (Gresik-Lamongan), Ibu Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP, menghadiri langsung agenda penyambutan kepulangan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya di Pendopo Kabupaten Gresik.
Kehadiran beliau yang juga merupakan bagian dari Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, menegaskan komitmen kuat legislatif dalam memastikan perlindungan, pemenuhan hak, dan integrasi sosial yang layak bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus anggota BKSAP ini menyampaikan bahwa pemantauan pemulangan migran asal Kabupaten Gresik khususnya yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Panceng, Bungah, dan Ujungpangkah bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara.
Sebagai anggota BKSAP, beliau menyoroti pentingnya sinergi antara diplomasi internasional yang dijalankan parlemen dengan perlindungan riil di tingkat akar rumput (grassroots).
“Melalui BKSAP DPR RI, kami terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara penempatan guna memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja migran kita sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air. Hari ini, di Pendopo Gresik, kita menyaksikan langsung buah dari koordinasi lintas sektoral tersebut,” ujar Nila Yani.
Lebih lanjut, legislator muda dari Komisi VII DPR RI ini mengapresiasi kerja sama taktis pemerintah daerah Kabupaten Gresik beserta seluruh jajaran penegak hukum dan ketenagakerjaan yang tanggap dalam mengawal kepulangan para migran.
Terdapat rombongan keluarga dari Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, yang meliputi Lailatul Afiyah (8 tahun) dan Zubaidi Faris (9 tahun) didampingi oleh Ibu Salmah, serta Nurul Sa’adah (19 tahun) dan Rizka Fajriyah (17 tahun) didampingi oleh Ibu Nanik Wahyuni. Dokumen tersebut juga mencatat kepulangan Aditya Yudha Alviansyah (17 tahun), anak dari Ibu Siti Mufarihah yang berasal dari Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah.
Berdasarkan data manifest kepulangan per Juni 2026, tercatat pemulangan sejumlah warga beserta anak-anak mereka yang kini dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan aman.
Ibu Nila Yani juga menekankan pentingnya program pemberdayaan pasca kepulangan bagi para mantan pekerja migran dan keluarganya agar mereka mampu membangun kemandirian ekonomi di daerah asal.
“Tugas kita tidak selesai saat mereka menginjakkan kaki di Pendopo ini. DPR RI bersama pemerintah akan terus memastikan adanya program pendampingan, pemantauan aspek pendidikan bagi anak-anak migran, serta fasilitasi wirausaha lokal agar para pahlawan devisa ini dapat berdaya seutuhnya di kampung halaman sendiri,” pungkasnya. (Telisik Hati)















