GRESIK, BN News – Guru masa kini tak cukup hanya piawai mengajar di depan kelas, tapi juga harus mampu “menaklukkan” dunia digital. Jika tidak beradaptasi, kita yang akan tertinggal. Lantas, bagaimana menjaga nilai akhlak di tengah gempuran teknologi?
Menjawab tantangan tersebut, Perguruan NU Sukodono Gresik menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Digital di Hotel KHAS, Gresik, Sabtu (11/07/2026). Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ikhtiar memperkokoh fondasi pendidik agar mampu memadukan kecanggihan teknologi dengan integritas moral.
Kepala Kemenag Gresik, Bapak Muhammad Ali Faiq, menegaskan bahwa digitalisasi adalah alat, sementara karakter adalah jiwa. “Guru harus adaptif dengan teknologi, namun tetap berakhlak karimah,” ujar beliau.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Hariyanto, mengingatkan bahwa guru adalah penggerak peradaban yang memegang amanah besar untuk membentuk karakter siswa. Workshop yang dipandu oleh Pengawas Kemenag Gresik, Mulyono, menjadi ruang bagi para pendidik untuk memetakan strategi pembelajaran interaktif yang relevan, guna mencetak lulusan berdaya saing global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai agama.
Mari terus bertransformasi demi pendidikan Gresik yang lebih bermartabat. (*)
#KemenagGresik #GuruDigital #PendidikanBerkarakter #MadrasahHebat #TransformasiDigital
















