MUI GRESIK, BN News – Pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit tidak hanya membutuhkan layanan medis, tetapi juga pendampingan rohani agar tetap dapat menjalankan ibadah sesuai syariat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik memulai layanan bimbingan rohani bagi pasien di RS Petrokimia Gresik, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Gresik, Senin (13/7/2026).
Salah satu petugas bimbingan rohani, H. Hamdun Roichan, M.Si., menjelaskan bahwa kehadiran MUI merupakan bagian dari pelayanan umat, khususnya dalam membimbing pasien yang menghadapi berbagai persoalan ibadah selama sakit.
“Ketika seseorang sakit, sering kali muncul pertanyaan tentang tata cara bersuci dan shalat. Di sinilah MUI perlu hadir untuk memberikan pendampingan agar pasien tetap dapat beribadah sesuai ketentuan syariat,” ujarnya.
Menurut Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kabupaten Gresik tersebut, kondisi pasien yang ditemui sangat beragam. Sebagian sudah memahami tata cara beribadah saat sakit, namun tidak sedikit yang masih membutuhkan penjelasan.
“Kami menjelaskan satu per satu sesuai kondisi pasien, mulai dari tata cara tayamum, shalat dengan berbagai keringanan, hingga shalat li hurmatil waqt apabila memang tidak memungkinkan melaksanakan shalat secara sempurna,” terangnya.
H. Hamdun menambahkan, respons para pasien terhadap layanan tersebut sangat positif. Mereka menyambut baik pendampingan yang diberikan karena merasa terbantu dalam memahami tuntunan ibadah selama menjalani perawatan.
“Alhamdulillah, rata-rata pasien yang kami temui antusias. Mereka senang karena ada yang membimbing dan menjelaskan bagaimana tetap bisa beribadah meskipun sedang sakit. Ini menjadi bagian dari ikhtiar MUI untuk melayani umat,” katanya.
Selain memberikan bimbingan kepada pasien, H. Hamdun juga menguatkan keluarga yang mendampingi, terutama ketika menghadapi anggota keluarga dengan kondisi sakit berat atau kronis.
“Kami mengajak keluarga untuk bersabar dan ikhlas menerima ujian dari Allah. Sakit adalah ketentuan-Nya yang tidak bisa diminta ataupun ditolak. Dengan kesabaran dan keikhlasan, insyaallah ujian tersebut menjadi ladang pahala bagi pasien maupun keluarganya,” pungkasnya. (Telisik Hati)
















