GRESIK, BN News – Zaman bergerak serba digital, tapi apa gunanya teknologi canggih di kelas kalau ruang belajar kehilangan sentuhan kompas moral? Menjawab tantangan besar ini, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Duduksampeyan bergerak cepat menggelar Diklat Pembelajaran Berbasis Digital dan Kokurikuler di Kantor MWC NU Duduksampeyan pada Selasa (14/7/2026).
Agenda strategis ini diikuti oleh para pendidik Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Duduksampeyan untuk merombak total metode belajar konvensional menjadi sistem digital yang interaktif dan adaptif.
Hadir memberikan pengarahan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menegaskan bahwa transformasi digital di madrasah kini sudah menjadi keharusan demi mendongkrak mutu kelulusan siswa agar tetap kompetitif. Namun, beliau menggarisbawahi bahwa penguasaan teknologi komunikasi wajib berjalan selaras dengan pembentukan karakter.
“Guru harus belajar digital untuk mengikuti perkembangan zaman. Namun, yang tidak kalah penting adalah sikap moral sekaligus akhlak yang baik untuk mencontohkan murid-muridnya. Tidak ada yang instan di dunia pendidikan, semua ada prosesnya yang harus dilalui dengan konsistensi,” tegas Muhammad Ali Faiq.
Ketua KKMI Duduksampeyan, Nawi, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas guru ini dilakukan secara berkala dan tegak lurus mengikuti arahan strategis Kantor Kemenag Gresik. Melalui diklat ini, ekosistem pendidikan di Duduksampeyan ditargetkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran baru yang menyederhanakan materi rumit, sekaligus membangun budaya literasi digital yang sehat sejak bangku Madrasah Ibtidaiyah.
Yuk, kita kawal bersama peningkatan mutu guru madrasah demi cetak generasi yang cerdas digital sekaligus kokoh secara akhlak! (*)
#KemenagGresik #MadrasahMaju #GuruDigital #PendidikanKarakter #DuduksampeyanBangkit
















