JAKARTA, BN News – Pesantren dan madrasah adalah tempat terbaik bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu agama dan membentuk karakter mulia. Sayangnya, ancaman kekerasan fisik, seksual, psikis, hingga digital masih menjadi tantangan yang harus kita perangi bersama demi masa depan generasi bangsa.
Menyikapi hal ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) sekaligus membuka Masa Taaruf Santri (Mata Santri) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, pada Minggu (12/7/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan. Melalui Gernas RANA, Kementerian Agama menerapkan lima pilar perlindungan utama: penguatan regulasi, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, penyediaan sarana yang aman, layanan pengaduan Telepontren, serta kolaborasi lintas kementerian.
Tidak hanya itu, Kemenag juga akan memperketat standar definisi pondok pesantren dan kiai demi memberikan kepastian perlindungan serta tata kelola lembaga yang akuntabel bagi masyarakat.
Mari bersama Kemenag Gresik, para pengawas, kepala madrasah, dan pengasuh pondok pesantren kita wujudkan lingkungan belajar yang responsif dan aman. Jika mengetahui atau mengalami tindakan kekerasan, jangan diam! Segera laporkan melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau saluran resmi Telepontren terdekat. Yuk, bagikan informasi ini dan ambil bagian dalam menjaga putra-putri kita! (*)
#KemenagGresik #GernasRANA #PesantrenRamahAnak #MadrasahAman #lindungianakkita















