GRESIK, BN News – Pernah kebayang nggak, sebidang tanah kosong bisa jadi kunci pembuka masa depan ratusan generasi cerdas? Nah, kabar baiknya, impian warga Sidayu untuk punya pesantren putri yang keren akhirnya selangkah lagi jadi kenyataan. Jumat pagi kemarin (17/7/2026), suasana haru sekaligus khidmat menyelimuti Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu. Ibu Amanah, seorang warga dengan hati mulia, resmi menyerahkan wakaf tanah produktif seluas 10.765 meter persegi kepada Yayasan Pondok Pesantren Refah Islami Sukorejo.
Selama ini, pusat pendidikan kepesantrenan di wilayah tersebut memang masih didominasi santri putra, sehingga banyak wali santri yang rindu akan hadirnya fasilitas khusus santriwati. Menjawab aspirasi besar ini, KUA Kecamatan Sidayu bergerak cepat.
Kepala KUA Sidayu, Abdullah Lubab, hadir langsung memimpin prosesi pengucapan ikrar wakaf ini untuk memastikan semuanya sah, baik secara syariat maupun hukum negara. Langkah KUA Sidayu mendaftarkan lahan ini ke sistem administrasi Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) menjadi bukti nyata komitmen Kemenag dalam mengamankan aset umat dari potensi sengketa agraria di masa depan.
Ketua Nadzir Yayasan Refah Islami, Farid Dhofir, memastikan lahan strategis seluas lebih dari satu hektare ini akan segera dipetakan untuk pembangunan asrama dan ruang kelas. Dengan lahirnya Akta Ikrar Wakaf (AIW) yang legal, pihak yayasan kini bisa fokus penuh mempercepat pembangunan tanpa khawatir gangguan hukum di kemudian hari.
Kolaborasi apik antara kebaikan warga, kesiapan yayasan, dan fasilitasi legal dari KUA Sidayu ini adalah potret nyata bagaimana sinergi umat dan pemerintah bisa memperluas akses pendidikan Islam yang berkualitas di Gresik. (*)
#KemenagGresik #KUASidayu #WakafUntukUmat #PesantrenGresik #EdukasiWakaf
















