GRESIK, BN News – Pesantren adalah benteng moral dan tempat paling aman bagi anak-anak kita dalam menimba ilmu. Namun, untuk menjaga dari ancaman kekerasan memerlukan langkah nyata dan komitmen kolektif.
Menjawab tantangan tersebut, Kabupaten Gresik sukses menjadi tuan rumah Forum Penguatan Implementasi Pesantren Ramah Anak dan Pencegahan Kekerasan Seksual tingkat Jawa Timur yang berlangsung di Hotel Santika Gresik (22–24 Juli 2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muh. Ali Faiq, bersama jajaran pimpinan pesantren se-Jawa Timur. Kehadiran para pimpinan ini mempertegas komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan Islam yang inklusif, aman, dan ramah anak.
Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muh. Ali Faiq, mendukung penuh bahwa penciptaan lingkungan belajar yang ramah anak merupakan prioritas utama demi menjamin ketenangan santri dan orang tua. Tak hanya berhenti pada regulasi, Kemenag Gresik juga mendorong optimalisasi platform digital “AMAN” sebagai sarana pengaduan terintegrasi, rahasia, dan cepat tanggap, disertai literasi digital bagi pengasuh pesantren untuk mendeteksi potensi kekerasan sejak dini.
Melalui kolaborasi ini, Kemenag Gresik siap mengawal hasil FGD dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) demi menghadirkan rasa aman bagi ribuan santri di Jawa Timur.
Yuk, bersama kita wujudkan pesantren yang aman, nyaman, dan berkah untuk masa depan generasi penerus bangsa! (*)
#KemenagGresik #PesantrenRamahAnak #StopKekerasanAnak #KemenagJatim #SantriAman















