GRESIK, BN News – Siapa sangka, rahasia di balik ademnya suasana keberagaman di Desa Laban ternyata ada di genggaman para penyuluh agama! Menjaga kedamaian di tengah keberagaman lima agama memang bukan perkara mudah, tetapi Desa Laban, Kecamatan Menganti, berhasil membuktikannya!
Demi merawat harmoni ini, Kanwil Kemenag Jatim bersama Kemenag Gresik menerjunkan tim khusus untuk memperkuat Program Desa Sadar Kerukunan 2026 berbasis aplikasi kecerdasan digital, Early Warning System (EWS) SI-Rukun yang terintegrasi di Pusaka Kemenag Super App, Selasa (28/7/2026).
Lewat aplikasi EWS SI-Rukun, para Penyuluh Agama Kemenag Gresik bertindak sebagai garda terdepan yang menginput data dinamika sosial secara real-time. Hasilnya? Potensi gesekan sekecil apa pun bisa dideteksi dan dicegah sejak dini sebelum menjadi konflik!
Kepala Kantor Kemenag Gresik, M. Ali Faiq, dan Plt. Kasubbag TU, Akhmad Yahya bersama Kepala Desa Laban, Mujani, dan pemuka agama Hindu Pura Jagad Dumadi, Jero Gede Rolik, menyambut hangat peninjauan langsung Ketua Tim KUB Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Wakid Evendi. Desa Laban yang sebelumnya menyabet Harmony Award FKUB Gresik ini membuktikan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan budaya nyata yang diwariskan antar-generasi.
Sinergi teknologi digital dan kearifan lokal ini makin memperkokoh Gresik sebagai penyumbang utama Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jawa Timur. (*)
#KemenagGresik #DesaSadarKerukunan #SIRukun #ToleransiBeragama #DesaLaban
















