GRESIK, BN News – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Gresik bekerja sama dengan FPK Kecamatan Menganti kembali menggelar sosialisasi pembauran kebangsaan melalui program FPK Goes to School, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan kali ini berlangsung di SMPN 29 Menganti dan diikuti sekitar 60 siswa-siswi. Sosialisasi menjadi ruang bagi para pelajar untuk memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 29 Menganti, Deni Purwanto, mengapresiasi FPK yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi kegiatan.
“Saya berterima kasih kepada FPK yang telah memilih sekolah kami sebagai lokasi sosialisasi. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi siswa dan siswi peserta,” ujarnya.
Sekretaris FPK Kabupaten Gresik, Mohammad Zaini, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak SMPN 29 Menganti yang telah bersedia menjadi lokasi pelaksanaan FPK Goes to School.
Di hadapan para siswa, Zaini mengingatkan generasi muda agar tidak lelah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan.
“Adik-adik jangan lelah untuk terus menjaga dan mengisi kemerdekaan serta menjaga persatuan bangsa. Karena dengan merdeka kita bisa menjalani hidup dengan aman dan makmur,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua FPK Kabupaten Gresik, KH Mohammad Qosim, yang menjadi pemateri menjelaskan pentingnya pembauran kebangsaan bagi generasi muda.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan para pahlawan dari berbagai suku dan daerah. Ia mencontohkan Cut Nyak Dien, Pattimura, hingga I Gusti Ngurah Rai sebagai tokoh yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Untuk itu, kita tidak boleh fanatik kesukuan dalam pergaulan, baik di kampung maupun di sekolah,” tuturnya.
Kiai Qosim juga mengajak para siswa untuk mencintai budaya lokal Gresik. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya daerah merupakan salah satu bentuk menghargai warisan leluhur sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air.
Melalui program FPK Goes to School, FPK Kabupaten Gresik berharap nilai-nilai pembauran, toleransi, dan persatuan semakin tertanam di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. (Telisik Hati)
















