• Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, September 3, 2026
  • Login
Bumi Nusantara News
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
Bumi Nusantara News
No Result
View All Result
Home Nasional

Belajar dari Pasar Kolaboraya 2026, Yayasan Rumah Pelita Setara Lahirkan Rumah Publikasi Sesama

Telisik Hati by Telisik Hati
3 September 2026
in Nasional
0
Belajar dari Pasar Kolaboraya 2026, Yayasan Rumah Pelita Setara Lahirkan Rumah Publikasi Sesama
371
SHARES
371
VIEWS
WhatAppsFacebook

Dari pertemuan 50 ecosystem builder di Jakarta, Rian Pramana Suwanda, founder yayasan Rumah Pelita Setara memanfaatkan pembelajaran pendekatan ekosistem ke arena produksi pengetahuan; mempertemukan pengalaman masyarakat sipil dengan kekuatan akademik perguruan tinggi.

JAKARTA, BN News — Banyak perubahan sosial lahir dari kerja panjang masyarakat sipil. Organisasi masyarakat sipil, komunitas, praktisi pembangunan, hingga kelompok akar rumput setiap hari menghasilkan pengalaman, data, inovasi sosial, dan praktik baik. Namun, tidak semuanya berhasil menjadi pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat diwariskan.

Ketika sebuah program berakhir, sebagian pengetahuan tersebut berhenti sebagai laporan kegiatan, dokumentasi internal, atau bahkan hanya tersimpan dalam ingatan para pelakunya. Akibatnya, pengalaman berharga dari lapangan belum sepenuhnya menjadi sumber pembelajaran bagi pendidikan, penelitian, kebijakan publik, maupun gerakan sosial berikutnya.

Persoalan itu menjadi salah satu refleksi Rian Pramana Suwanda, Founder Yayasan Rumah Pelita Setara, setelah mengikuti Pasar Kolaboraya 2026, yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Mercure Sabang, Jakarta.

Diselenggarakan oleh Roemah Inspirit, Pasar Kolaboraya tahun ini mempertemukan sekitar 50 Ecosystem Builders dari berbagai wilayah di Indonesia dalam sebuah ruang pembelajaran intensif mengenai pendekatan ekosistem.

Pasar Kolaboraya dan Cara Baru Melihat Perubahan

Pasar Kolaboraya dibangun dari kesadaran bahwa perubahan sosial tidak lahir dari kerja satu individu atau satu organisasi. Kompleksitas persoalan sosial membutuhkan kemampuan menghubungkan aktor, sumber daya, pengetahuan, kepercayaan, serta aksi yang selama ini dapat berada di ruang dan institusi berbeda.

Pada penyelenggaraan 2026, peserta diajak menyelami pendekatan ekosistem secara lebih mendalam. Bukan sekadar memperbanyak kolaborasi, tetapi memahami bagaimana sebuah ekosistem dirawat, bagaimana hubungan antarpihak diperkuat, dan bagaimana beragam peran dapat saling melengkapi untuk menghasilkan perubahan yang lebih berkelanjutan.

Pendekatan tersebut memiliki relevansi dengan perkembangan pemikiran internasional mengenai produksi pengetahuan kolaboratif. Van de Ven dan Johnson (2006), misalnya, melalui konsep engaged scholarship menjelaskan bahwa kesenjangan antara teori dan praktik tidak cukup dipahami sebagai persoalan bagaimana pengetahuan akademik ditransfer kepada praktisi. Kesenjangan tersebut juga merupakan persoalan produksi pengetahuan. Karena itu, keterlibatan akademisi dan praktisi dapat memperkuat relevansi penelitian terhadap praktik sekaligus berkontribusi pada pengembangan pengetahuan ilmiah.

Bagi Rian, gagasan tersebut menemukan relevansinya dalam pembelajaran di Pasar Kolaboraya. Jika pendekatan ekosistem mampu menghubungkan aktor yang berbeda untuk menghadapi persoalan sosial, pendekatan serupa dapat digunakan untuk menjawab satu kesenjangan lain: jarak antara pengetahuan yang hidup di masyarakat dan pengetahuan yang berkembang di dunia akademik.

Dari refleksi itulah Yayasan Rumah Pelita Setara akan mengembangkan Rumah Publikasi Sesama.

Ketika Kerja Baik Tidak Lagi Berhenti sebagai Laporan

Rumah Publikasi Sesama dirancang sebagai platform publikasi dan academic assistance inklusif bagi masyarakat sipil, mahasiswa, dosen, peneliti muda, komunitas, serta kelompok masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lapangan tetapi menghadapi keterbatasan akses terhadap ekosistem publikasi akademik.

Gagasan tersebut berangkat dari kenyataan bahwa pengetahuan tidak selalu lahir di ruang kuliah atau laboratorium.

CSO yang bertahun-tahun mendampingi kelompok perempuan, misalnya, dapat memiliki pengetahuan mendalam mengenai pemberdayaan masyarakat. Komunitas lingkungan dapat mempunyai catatan perubahan ekologi dan perilaku masyarakat. Praktisi pembangunan memiliki pengalaman mengenai keberhasilan maupun kegagalan sebuah intervensi. Sementara komunitas akar rumput dapat memiliki data, dokumentasi, dan cerita perubahan yang belum pernah dituliskan secara akademik.

Rumah Publikasi Sesama ingin bekerja dari titik tempat pengetahuan itu berada

Seseorang yang telah mempunyai artikel mungkin hanya membutuhkan review. CSO yang memiliki laporan kegiatan dapat memperoleh pendampingan untuk mengembangkannya menjadi artikel, case study, practice paper, atau policy brief. Sementara komunitas yang baru memiliki data, dokumentasi, dan pengalaman lapangan dapat memperoleh pendampingan lebih awal untuk menyusun dan mengartikulasikan pengetahuannya.

Setelah karya memperoleh pendampingan metodologi, struktur, argumentasi, data, sitasi, dan penyuntingan, naskah dapat memasuki proses peer review dan publikasi. Pengetahuan yang dihasilkan kemudian tidak dibiarkan berhenti sebagai publikasi, tetapi didorong kembali ke ruang publik melalui webinar, knowledge sharing, policy dialogue, dan repositori pengetahuan.

Dengan cara tersebut, pengalaman menjadi dokumentasi, dokumentasi berkembang menjadi pengetahuan akademik, dan pengetahuan akademik kembali menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat.

Menjadi Jembatan Pengetahuan

Model Rumah Publikasi Sesama memiliki kedekatan dengan konsep knowledge brokering. Rycroft-Smith (2022) menunjukkan bahwa knowledge brokering dapat berfungsi menjembatani kesenjangan penelitian dan praktik melalui proses mediasi, transformasi pengetahuan, dan boundary spanning. Relasi interpersonal serta pemahaman terhadap konteks penelitian maupun praktik menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Karena itu, Rumah Publikasi Sesama tidak ingin mengambil posisi hanya sebagai penerbit.

Perannya diarahkan menjadi knowledge bridge yang membantu pengetahuan bergerak melintasi batas komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan institusi akademik.

Pendekatan itu sekaligus membuat proses produksi pengetahuan menjadi lebih inklusif. Masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai sumber data, sementara akademisi tidak ditempatkan sebagai satu-satunya pemilik otoritas pengetahuan.

Gagasan tersebut juga memiliki irisan dengan pendekatan co-creation of knowledge. Jull, Giles, dan Graham (2017) menunjukkan bahwa community-based participatory research dan integrated knowledge translation sama-sama menekankan pentingnya keterlibatan peneliti dan pengguna pengetahuan dalam proses penciptaan pengetahuan. Dengan pendekatan semacam ini, hubungan penelitian bergerak menuju kemitraan dan kolaborasi, bukan sekadar penyampaian hasil penelitian setelah proses akademik selesai.

Perguruan Tinggi dan CSO Saling Membutuhkan

Rumah Publikasi Sesama karena itu tidak menempatkan hubungan perguruan tinggi dan CSO secara hierarkis.

Perguruan tinggi memiliki kekuatan pada teori, metodologi, tradisi ilmiah, peer review, serta jejaring keilmuan. Dosen dan program studi dapat berkontribusi sebagai mentor, reviewer, editor, narasumber, methodological advisor, dan thematic expert.

Sebaliknya, CSO dan komunitas membawa sesuatu yang sangat dibutuhkan akademia: real-world problems, field evidence, community knowledge, social innovation, dan living cases.

Rumah Publikasi Sesama mempertemukan keduanya

Pengetahuan akademik membantu pengalaman lapangan memperoleh ketajaman analitis dan academic rigor. Pada arah sebaliknya, pengetahuan lapangan memberikan konteks, relevansi, dan persoalan nyata yang dapat memperkaya penelitian dan pembelajaran akademik.

Studi Bandola-Gill (2023) memperlihatkan bagaimana knowledge brokering pada batas ilmu pengetahuan dan kebijakan dapat melibatkan berbagai praktik co-production, mulai dari deliberasi antarpemangku kepentingan hingga produksi pengetahuan yang dapat digunakan untuk tindakan. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa knowledge brokering berhadapan dengan beragam rezim produksi pengetahuan, nilai, dan konteks institusional.

Bagi Rumah Publikasi Sesama, perspektif tersebut penting. Sebab yang hendak dibangun bukan sekadar mekanisme untuk memindahkan pengetahuan dari kampus kepada masyarakat, melainkan ruang perjumpaan tempat pengetahuan akademik dan pengetahuan praktik dapat saling memperkuat.

Gratis Tanpa Menghilangkan Standar

Ada persoalan lain yang ingin dijawab Rumah Publikasi Sesama: akses.

Biaya publikasi, keterbatasan akses terhadap konsultasi akademik, kemampuan metodologi dan penulisan yang tidak merata, serta tuntutan publikasi sebagai persyaratan akademik maupun kinerja dapat menciptakan ketimpangan.

Dalam situasi tertentu, tekanan tersebut bahkan dapat membuka ruang bagi praktik tidak etis seperti joki penulisan, fabrikasi karya, maupun transaksi publikasi.

Karena itu, salah satu prinsip Rumah Publikasi Sesama adalah menghilangkan hambatan biaya tanpa menghilangkan standar kualitas.

Layanan utama, khususnya publikasi dan asistensi dasar penulisan, dirancang diberikan secara gratis. Namun, gratis tidak berarti karya dapat diterbitkan tanpa proses akademik.

Academic assistance juga tidak dimaksudkan sebagai jasa pengerjaan karya. Mentor membantu penulis memahami metodologi, struktur, argumentasi, penggunaan data, sitasi, dan standar publikasi sehingga kemampuan penulis meningkat dan kepemilikan intelektual tetap berada pada penulis.

“Kami tidak ingin menggantikan orang untuk menulis. Yang ingin dibangun justru kemampuan agar semakin banyak orang dapat menuliskan pengetahuannya sendiri. Gratis berarti menghilangkan hambatan akses, bukan menghilangkan standar akademik,” kata Rian.

Dari Jurnal Gratis Menjadi Inclusive Knowledge Ecosystem

Pembelajaran dari Pasar Kolaboraya juga membuat gagasan Rumah Publikasi Sesama ditempatkan dalam kerangka yang lebih besar.

Yayasan Rumah Pelita Setara tidak perlu memiliki seluruh keahlian di dalam satu organisasi. Sebaliknya, ekosistem dibangun dengan menghubungkan kemampuan yang telah tersebar.

Jejaring perguruan tinggi lintas disiplin dapat menyediakan keahlian ekonomi, administrasi publik, ekonomi terapan, hospitality, human resource development, gender equality/GEDSI, hingga sosial dan pembangunan masyarakat. CSO dan komunitas menyediakan pengetahuan lapangan. Mahasiswa dan peneliti muda dapat terlibat dalam proses pembelajaran dan produksi pengetahuan. Rumah Publikasi Sesama kemudian merawat ruang perjumpaan di antara aktor-aktor tersebut.

Karena itu, positioning yang dibangun bukan sekadar “jurnal gratis”, melainkan Inclusive Knowledge Ecosystem.

Gagasan mengenai organisasi perantara pengetahuan sendiri semakin mendapat perhatian dalam literatur internasional. MacKillop (2023) mencatat berkembangnya knowledge-brokering organisations dalam lanskap hubungan bukti dan kebijakan, yang ikut mengubah cara pengambil keputusan mengakses pengetahuan.

Dalam konteks Rumah Publikasi Sesama, fungsi perantara tersebut diperluas hingga masyarakat sipil dan komunitas. Tujuannya bukan hanya membawa hasil penelitian keluar dari kampus, tetapi juga membuka jalan agar pengetahuan yang selama ini berada di lapangan dapat masuk, dipertajam, diakui, dan memperkaya ruang akademik.

Menuju Demokratisasi Produksi Pengetahuan

Dalam jangka pendek, Rumah Publikasi Sesama diharapkan memperluas akses publikasi gratis, meningkatkan kapasitas penulisan akademik, memperbanyak karya CSO dan mahasiswa yang terdokumentasi, serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat sipil dan perguruan tinggi.

Dalam jangka menengah, Yayasan Rumah Pelita Setara ingin membangun bank pengetahuan praktik sosial Indonesia. Berbagai pengalaman pemberdayaan, inovasi sosial, pendampingan masyarakat, maupun praktik baik lokal diharapkan tidak lagi hilang ketika proyek berakhir, tetapi dapat menjadi sumber literatur, pembelajaran, penelitian lanjutan, replikasi inovasi, dan masukan kebijakan.

Namun, orientasi jangka panjangnya lebih mendasar: demokratisasi produksi pengetahuan.

Hak untuk meninggalkan pengetahuan tidak semestinya hanya dimiliki mereka yang mempunyai biaya, gelar akademik tinggi, atau akses terhadap institusi tertentu. Praktisi, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan masyarakat akar rumput juga memiliki pengalaman yang bernilai untuk didokumentasikan dan diwariskan.

Di titik itulah pembelajaran Pasar Kolaboraya 2026 dan Rumah Publikasi Sesama bertemu.

Pendekatan ekosistem tidak meminta satu organisasi menjadi pemilik seluruh pengetahuan dan sumber daya. Ia justru membuka kemungkinan agar kemampuan yang tersebar dapat dipertemukan, hubungan dibangun, dan pengetahuan yang berbeda dapat saling memperkuat.

Bagi Rian, Rumah Publikasi Sesama menjadi salah satu upaya menerjemahkan pembelajaran tersebut ke dalam tindakan nyata.

Membawa pengetahuan dari lapangan masuk ke akademia, sekaligus membawa akademia kembali berguna bagi masyarakat.

“Jangan biarkan kerja baik berhenti menjadi laporan. Jadikan ia pengetahuan yang hidup, dibagikan, dan diwariskan.” (*)

Previous Post

Kemenhaj Gresik Ucapkan Selamat & Sukses H. Sururi Lulus Ujian Promosi Doktoral di Universitas KH. Abdul Chalim

Next Post

Peduli Lingkungan, SIG Ajak Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir

Telisik Hati

Telisik Hati

Next Post
Peduli Lingkungan, SIG Ajak Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir

Peduli Lingkungan, SIG Ajak Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Demi Bantu Korban Gempa NTT, Nurul Hayat dan Komunitas Ojol Turun ke Jalan Galang Donasi

Demi Bantu Korban Gempa NTT, Nurul Hayat dan Komunitas Ojol Turun ke Jalan Galang Donasi

3 September 2026
Kisah Li Qun, Pekerja PT Xinyi Asal Li Xian Zhao China Ikrar Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Gresik

Kisah Li Qun, Pekerja PT Xinyi Asal Li Xian Zhao China Ikrar Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Gresik

3 September 2026
LDII Gresik dan Kodim Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan sebagai Kompas Pemersatu di Tengah Keanekaragaman

LDII Gresik dan Kodim Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan sebagai Kompas Pemersatu di Tengah Keanekaragaman

3 September 2026
Polres Gresik Peduli Pembagian Air Bersih untuk Masyarakat Balongpanggang di Tengah Kemarau Panjang 

Polres Gresik Peduli Pembagian Air Bersih untuk Masyarakat Balongpanggang di Tengah Kemarau Panjang 

3 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

20 January 2025
Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

3 January 2025
Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

14 September 2023
Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

13 December 2024
IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

3
Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

2
PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

1
Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

1
Demi Bantu Korban Gempa NTT, Nurul Hayat dan Komunitas Ojol Turun ke Jalan Galang Donasi

Demi Bantu Korban Gempa NTT, Nurul Hayat dan Komunitas Ojol Turun ke Jalan Galang Donasi

3 September 2026
Kisah Li Qun, Pekerja PT Xinyi Asal Li Xian Zhao China Ikrar Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Gresik

Kisah Li Qun, Pekerja PT Xinyi Asal Li Xian Zhao China Ikrar Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Gresik

3 September 2026
LDII Gresik dan Kodim Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan sebagai Kompas Pemersatu di Tengah Keanekaragaman

LDII Gresik dan Kodim Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan sebagai Kompas Pemersatu di Tengah Keanekaragaman

3 September 2026
Polres Gresik Peduli Pembagian Air Bersih untuk Masyarakat Balongpanggang di Tengah Kemarau Panjang 

Polres Gresik Peduli Pembagian Air Bersih untuk Masyarakat Balongpanggang di Tengah Kemarau Panjang 

3 September 2026
Demi Bantu Korban Gempa NTT, Nurul Hayat dan Komunitas Ojol Turun ke Jalan Galang Donasi

Demi Bantu Korban Gempa NTT, Nurul Hayat dan Komunitas Ojol Turun ke Jalan Galang Donasi

3 September 2026
Kisah Li Qun, Pekerja PT Xinyi Asal Li Xian Zhao China Ikrar Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Gresik

Kisah Li Qun, Pekerja PT Xinyi Asal Li Xian Zhao China Ikrar Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Gresik

3 September 2026
LDII Gresik dan Kodim Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan sebagai Kompas Pemersatu di Tengah Keanekaragaman

LDII Gresik dan Kodim Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan sebagai Kompas Pemersatu di Tengah Keanekaragaman

3 September 2026
Polres Gresik Peduli Pembagian Air Bersih untuk Masyarakat Balongpanggang di Tengah Kemarau Panjang 

Polres Gresik Peduli Pembagian Air Bersih untuk Masyarakat Balongpanggang di Tengah Kemarau Panjang 

3 September 2026
Peduli Lingkungan, SIG Ajak Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir

Peduli Lingkungan, SIG Ajak Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir

3 September 2026
Belajar dari Pasar Kolaboraya 2026, Yayasan Rumah Pelita Setara Lahirkan Rumah Publikasi Sesama

Belajar dari Pasar Kolaboraya 2026, Yayasan Rumah Pelita Setara Lahirkan Rumah Publikasi Sesama

3 September 2026

Bumi Nusantara News

© 2023 Buminusantaranews.com.

Navigate Site

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata

© 2023 Buminusantaranews.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In