GRESIK, BN News – UPT SMPN 4 Gresik kembali menghadirkan ruang belajar bersama bagi orang tua melalui kegiatan Parenting Orang Tua Murid Kelas 9 yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan bertempat di Musala Baiturrahman UPT SMPN 4 Gresik dan terselenggara atas kerja sama sekolah dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Mengangkat tema “Mendampingi Remaja Bertumbuh, Dekat Tanpa Mengontrol, Tegas Tanpa Menjauh”, kegiatan ini menghadirkan pemateri Ibu Lely Nur Azizah, S.Psi., M.Si., dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya.
Kegiatan parenting ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi murid, khususnya mereka yang sedang berada pada fase remaja dan bersiap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, para orang tua diajak memahami berbagai dinamika dunia remaja saat ini, mulai dari tekanan menjelang masuk SMA, penggunaan gawai dan media sosial, pola komunikasi antara orang tua dan anak, kesehatan mental, hingga pentingnya regulasi emosi. Orang tua juga diajak menemukan cara mendampingi anak secara tepat tanpa membuat mereka merasa terlalu dikontrol, tetapi tetap memiliki batas yang jelas.
Dalam paparannya, Ibu Lely menekankan pentingnya orang tua memahami perbedaan antara batas (boundary) dan kontrol. Menurutnya, batas berfungsi seperti “pagar” yang memberikan arah dan keamanan bagi anak, sedangkan kontrol cenderung berusaha mengambil alih keputusan dan kehidupan anak.
“Batas memberi pagar, sedangkan kontrol berusaha untuk mengambil alih.”
Memasuki usia remaja, anak mulai membutuhkan ruang pribadi untuk membangun identitas, belajar mandiri, dan mengenali dirinya sendiri. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan ruang yang sehat sekaligus tetap hadir sebagai pendamping. Salah satunya dengan melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan sehingga mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah bagaimana orang tua merespons ketika anak datang membawa sebuah masalah. Dalam situasi tersebut, respons orang tua sering kali justru lebih menentukan daripada nasihat panjang yang diberikan. Mendengarkan, memahami, dan memberikan ruang bagi anak untuk berpikir dapat menjadi bentuk pendampingan yang jauh lebih bermakna.
Pembahasan mengenai penggunaan gawai dan media sosial juga menjadi salah satu topik yang menarik perhatian para peserta. Untuk menghadapi anak yang terlalu banyak menggunakan gawai, orang tua tidak hanya perlu memberikan larangan, tetapi dapat membangun kesepakatan bersama anak. Kesepakatan tersebut dapat mencakup durasi penggunaan, jenis konten yang boleh diakses, serta tempat dan situasi kapan gawai boleh digunakan.
Suasana parenting berlangsung interaktif dan hangat. Para orang tua tampak antusias mengikuti pemaparan sekaligus aktif menyampaikan berbagai pertanyaan seputar tantangan dalam menghadapi anak remaja. Beragam pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa mendampingi remaja merupakan proses yang terus membutuhkan pembelajaran, komunikasi, dan kesediaan orang tua untuk memahami dunia anak dari sudut pandang mereka.
Di akhir kegiatan, Ibu Lely menyampaikan pesan yang menguatkan para orang tua bahwa menjadi pendamping anak tidak berarti harus menjadi orang tua yang sempurna.
“Tidak harus menjadi orang tua yang sempurna, tetapi menjadi orang tua yang hadir dengan cara yang tepat.”
Anak tidak selalu membutuhkan orang tua yang memiliki semua jawaban. Mereka membutuhkan orang tua yang tetap hadir, mendengarkan, dan membersamai ketika mereka sedang belajar menemukan jawabannya sendiri.
Melalui kegiatan parenting ini, UPT SMPN 4 Gresik berharap terbangun pemahaman yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi murid kelas 9 melewati masa remaja dan mempersiapkan langkah menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
“Sebab, mendampingi remaja bukan tentang selalu berada di depan untuk menentukan jalan, melainkan tentang tetap berada di dekat mereka, memberikan arah, dan percaya bahwa mereka mampu belajar melangkah dengan kakinya sendiri,” tandas Plt. Kepala UPT SMPN 4 Gresik, H. Djoemadi, S.Pd., M.Pd., Senin (14/9/2026). (*)
















