GRESIK, BN News – Siapa bilang guru madrasah cuma bisa pakai cara mengajar lama? Zaman makin canggih, cara mendidik siswa pun harus makin adaptif. Melalui pelatihan penguatan digitalisasi di Aula Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah, para guru Madrasah Tsanawiyah yang tergabung dalam KKMTs 07 Bungah kini resmi “naik kelas” dengan membekali diri teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan pembuatan media interaktif.
Langkah nyata yang berlangsung dari Selasa (15/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) ini digelar lewat skema intensif In-On-In, di mana para pendidik tidak cuma belajar teori kurikulum berbasis AI, tetapi langsung merancang media pembelajaran hingga asesmen digital secara mandiri.
Transformasi ini menjadi kunci penting agar suasana belajar mengajar di madrasah Gresik makin kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Menanggapi akselerasi ini, Kepala Kankemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, mengingatkan bahwa penguasaan teknologi mutlak diimbangi dengan benteng etika.
“Teknologi yang ada harus kita manfaatkan, dipahami, dimengerti, dan diterapkan secara nyata dalam proses mengajar. Namun, di atas semua itu, jaga perilaku dan akhlak sebagai guru serta pergunakan media sosial dengan baik,” tegas beliau.
Prinsip senada disampaikan Ketua KKMTs 07 Bungah, Ali Murtadlo, yang menekankan bahwa secanggih apa pun inovasi digital, sentuhan empati dan pendekatan humanis pendidik tetap tidak boleh hilang. Lewat sinergi ini, para guru siap mengimplementasikan karya digital mereka di kelas harian demi mencetak ekosistem pendidikan madrasah yang modern dan berakhlakul karimah.
#KemenagGresik #MadrasahDigital #GuruInovatif #AIGuruMadrasah #PendidikanGresik
















