GRESIK, BN News – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat karakter kebangsaan generasi muda. Kali ini, politisi muda yang akrab disapa Mbak Nila tersebut menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh ratusan kader muda yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Gresik. Sebagai sayap kepemudaan partai, TMP dinilai memiliki peran krusial dalam mengawal dan membumikan nilai-nilai kebangsaan di era digital.
Dalam pemaparannya, Nila Yani Hardiyanti menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar MPR RI—yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar hafalan teori, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda.
“Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Di tangan rekan-rekan DPC TMP Gresik inilah masa depan daerah dan bangsa ini dipertaruhkan. Menjaga NKRI dan mengamalkan Pancasila adalah harga mati yang harus dimulai dari gerakan kepemudaan yang progresif,” ujar Mbak Nila di hadapan para peserta yang hadir penuh antusias.
Legislator asal Gresik ini juga menambahkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari arus informasi yang tidak terbendung hingga potensi disintegrasi bangsa melalui media sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur kebangsaan harus menjadi benteng utama.
Sementara itu, Ketua DPC TMP Gresik menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Nila Yani Hardiyanti. Menurutnya, kehadiran Mbak Nila sebagai representasi anak muda di parlemen pusat memberikan motivasi besar bagi para kader TMP di daerah untuk terus bergerak di jalur pengabdian masyarakat.
Acara sosialisasi berlangsung interaktif dengan adanya sesi dialog dan tanya jawab antara Mbak Nila dengan para kader TMP Gresik. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota TMP Gresik dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarkan virus positif nasionalisme ke lingkungan sekitar mereka. (*)
















