GRESIK, BN News – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balongpanggang menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-XI di Lapangan Gelora 17 Agustus, Balongpanggang, Kabupaten Gresik, pada Kamis (22/10/2026) pagi.
Kegiatan tahunan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh ribuan peserta. Hadir dalam upacara tersebut jajaran pengurus MWCNU Balongpanggang, unsur Muspika Balongpanggang, serta ribuan warga Nahdliyin dari seluruh penjuru Kecamatan Balongpanggang.
Dalam upacara tersebut, Dr. H. Moh. Syafi’am, S.H., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Adapun jajaran Banser Balongpanggang dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Upacara, Komandan Kompi, Ajudan, hingga Perwira Upacara.
Jalannya upacara berlangsung kian megah dengan keterlibatan pelajar dan badan otonom (Banom) NU. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dibawakan oleh siswa-siswi SMK Hidayatul Ummah, sementara kelompok paduan suara diisi oleh siswi MTs Hidayatul Ummah.
Selain itu, pembacaan dokumen penting seperti Pembukaan UUD 1945, Ikrar Santri, hingga teks Resolusi Jihad dibawakan oleh perwakilan Banom dan lembaga NU. Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Rais Syuriyah MWCNU Balongpanggang.
Ditemui usai pelaksanaan acara, Ketua Panitia HSN XI Balongpanggang, Samsul Arif, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri yang dirayakan setiap tanggal 22 Oktober memiliki makna mendalam dan bukan sekadar agenda seremonial belaka.
“Momentum ini adalah bentuk refleksi dan penghormatan kita atas sejarah perjuangan para pendahulu, khususnya peristiwa Resolusi Jihad yang dikobarkan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1945. Dari semangat keikhlasan dan perjuangan para santri itulah, kedaulatan bangsa ini dapat terus berdiri teguh,” tegas Samsul Arif.
Samsul juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun materiil, demi suksesnya penyelenggaraan acara ini.
“Atas nama panitia pelaksana, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan, baik dalam hal penyambutan, tempat, maupun fasilitas. Oleh karena itu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh hadirin,” lanjutnya.
Ia berharap, melalui momentum HSN XI ini, semangat juang para santri dapat terus membara untuk berkontribusi secara aktif bagi agama, bangsa, dan negara.
Upacara di Lapangan Gelora 17 Agustus Balongpanggang ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Gresik.
Adapun puncak peringatan HSN 2026 tingkat kabupaten rencananya akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2026 mendatang, bertempat di halaman Masjid KH. Robbach Ma’sum (Islamic Center) Gresik. (Samsul Arif)
















