GRESIK, BN News – MUI Kabupaten Gresik menggelar kegiatan penuh berkah, yakni Ijtima Sanawi 2026, yang mengusung tema “Resolusi Trisula 2026: Pelayanan, Enterprising dan Academic Ecosystem”, Sabtu (14/2/2026).
Dalam gelaran tersebut, juga dirangkaikan dengan pemberian Penghargaan Mitra Dakwah Kontributif kepada Baznas Kabupaten Gresik, Kopsyah MUI, Yayasan Nurul Hayat, PT. Qowafil Travel & Tour Gresik serta PT Permata Zain.
Ketua Baznas Gresik H Muhammad Mujib, M.Pd.I menghaturkan terima kasih atas apresiasi MUI Kabupaten Gresik yang memberikan penghargaan sebagai Mitra Dakwah Kontributif.
“Terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan MUI Gresik. Bismillah, Baznas Gresik akan selalu siap bersinergi dengan MUI Gresik demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandas Yai Mujib sapaan akrabnya.
Selain itu, Penghargaan Komisi Produktif dan Inovatif juga diberikan kepada Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja; Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Pada kesempatan tersebut turut dilakukan launching Jurnal Internasional J-CILES sebagai bagian dari penguatan academic ecosystem, serta penyerahan berbagai produk kelembagaan MUI Kabupaten Gresik selama tahun 2025, di antaranya Buku ‘Aku Ingin Segera Menikah’, Buku Renstra, Panduan Kinerja, Profil MUI dan Buku Kumpulan SOP.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib dalam kesempatan tersebut menyampaikan, melalui program yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik harus benar-benar hadir secara nyata untuk umat.
Selanjutnya, Kiai Rofiq juga mengungkapkan rasa syukur karena MUI Kabupaten Gresik kembali mampu mempertahankan prestasi sebagai MUI terbaik se-Jawa Timur.
“Kami berharap MUI Kabupaten Gresik bisa terus mengembangkan programnya. Meskipun sudah kita susun dalam rencana strategis, namun harus terus kita kembangkan setiap tahunnya. Maka dari itu kita melaksanakan Ijtima Sanawi,” ujar Kiai Rofiq.
Ketua Umum juga menyampaikan, bahwa seluruh program yang dirancang tidak boleh lepas dari fungsi utama MUI sebagai Khodimul Umat, Ri’ayatul Ummah, dan Shodiqul Hukumah.
“Sebagai Khodimul Umat, MUI harus menghadirkan program yang menyentuh masyarakat secara konkret, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial kemasyarakatan lainnya. Dalam peran Ri’ayatul Ummah, MUI dituntut memberikan pedoman keagamaan yang jelas melalui fatwa, tausiyah, serta rekomendasi keagamaan,” kata Kiai Rofiq.
Sementara sebagai Shodiqul Hukumah, masih kata Kiai Rofiq, MUI harus terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
“Apapun program yang kita buat, jangan sampai melepas dari inti fungsi MUI, terutama sebagai khodimul umat maupun shodiqul hukumah,” ujar Kiai Rofiq.
Kegiatan ini juga dihadiri Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Gresik, KH. Mashuri Abdurrahim, Habib Achmad Ismail, M.Pd, serta KH. Nur Muhammad, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan arah gerak MUI ke depan. (Telisik Hati)



















