BN News – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah pada Kamis (5/2) di Aula Kanwil Kemenag Jatim.
Kegiatan ini menjadi agenda pleno perdana DWP Kanwil pada tahun 2026 dan diikuti oleh seluruh anggota DWP Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, Kholilati Bahtiar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pleno pertama tahun 2026 sekaligus tindak lanjut hasil Musyawarah Kerja DWP Kementerian Agama se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Pacitan pada awal Januari lalu.
“Pertemuan hari ini menjadi sangat spesial karena merupakan pleno pertama kita di tahun 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program-program hasil Musyawarah Kerja DWP Kementerian Agama se-Jawa Timur,” ujar Kholilati.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 DWP Kanwil Kemenag Jatim menerapkan pola pembinaan secara bergantian setiap bulan. Kegiatan pleno tatap muka dilaksanakan setiap dua bulan sekali dengan peserta pengurus dan anggota DWP Kanwil, sedangkan kegiatan daring bersama pengurus dan anggota DWP kabupaten/kota juga dilaksanakan setiap dua bulan sekali dan akan dimulai pada Maret mendatang.
Menurutnya, program-program yang dirancang bertujuan membekali pengurus dan anggota dengan berbagai ilmu pengetahuan, baik yang bersifat teknis organisasi, keagamaan, maupun penguatan kapasitas personal.
“Program pembinaan yang kami susun mencakup penguatan teknis organisasi seperti e-Reporting, penguatan keagamaan seperti pelatihan pemulasaraan jenazah, serta literasi digital dan hukum. Ke depan, kami juga telah menyiapkan materi Literasi Hukum Keuangan, Pengelolaan Bank Sampah dan Daur Ulang Kreatif, Ketahanan Keluarga, hingga Pencegahan Korupsi dalam Keluarga ASN,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kholilati juga menyinggung pengukuhan Ketua DWP Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai Bunda Inklusi dalam Musyawarah Kerja DWP se-Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa program Bunda Inklusi harus diimplementasikan secara nyata di lingkungan Kementerian Agama.
“Program Bunda Inklusi bertujuan melatih kepekaan anggota DWP terhadap kelompok disabilitas, lansia, dan anak-anak, menciptakan lingkungan kerja yang ramah inklusi dan bebas diskriminasi, serta memberikan pendampingan agar anak-anak berkebutuhan khusus merasa diterima dan memiliki kepercayaan diri,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh anggota DWP Kanwil Kemenag Jatim untuk menjadi pelopor kepedulian dan memastikan lingkungan kerja Kementerian Agama menjadi ruang yang ramah bagi semua tanpa diskriminasi.
Terkait materi pelatihan, Kholilati menekankan pentingnya pemahaman pemulasaraan jenazah sebagai kewajiban fardu kifayah bagi umat Islam.
Menurutnya, ilmu tersebut sangat dibutuhkan agar anggota DWP memiliki kesiapan ketika menghadapi musibah kematian di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Ilmu pemulasaraan jenazah ini penting agar kita tidak bingung atau panik ketika menghadapi musibah. Selain itu, anggota DWP diharapkan mampu menjadi teladan dan motor penggerak kegiatan sosial keagamaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Yuli Syaikhul Hadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa kematian merupakan sebuah kepastian yang akan dihadapi setiap makhluk hidup, namun belum semua orang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengurus jenazah.
“Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan praktis kepada anggota DWP, mulai dari memandikan hingga mengkafani jenazah sesuai ketentuan syariat, menumbuhkan rasa percaya diri untuk membantu keluarga dan lingkungan saat duka, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota melalui kegiatan yang sarat nilai ibadah dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Pelatihan ini menghadirkan Susi Faizah, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, sebagai narasumber. Materi disampaikan secara komprehensif, meliputi teori dan praktik pemulasaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Melalui kegiatan ini, DWP Kanwil Kemenag Jawa Timur berharap para anggota memiliki kesiapan, kepekaan sosial, serta kompetensi keagamaan yang dapat diimplementasikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen DWP dalam mendukung penguatan peran istri ASN Kementerian Agama yang berintegritas, berwawasan keagamaan, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)



















