BN News – Upaya memperkokoh persatuan dan kerukunan antarumat beragama kembali ditegaskan melalui kunjungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur ke FKUB Jawa Timur dalam agenda “Dialog dan Sharing Program Strategis FKUB”. Kegiatan berlangsung hangat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kamis (27/11/2025).
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, membuka forum dengan pesan mendalam mengenai pentingnya memelihara harmoni di tengah keberagaman.
“Menghormati dan menghargai perbedaan adalah wujud syukur atas karunia Tuhan. Jika kita sibuk memperdebatkan perbedaan, berarti kita belum memahami makna ketaatan. Justru dari perbedaan itulah kita menjadi kuat,” tegasnya disambut hangat para peserta.
Dalam sesi dialog, Ketua FKUB Jawa Timur, Hamid Syarif, memaparkan kondisi terkini dinamika kerukunan di Jatim. Ia menjelaskan bahwa komitmen FKUB Jatim terus diwujudkan secara konkret di lapangan.
“Setiap tahun, FKUB Jawa Timur melakukan sosialisasi dan penyadaran di 38 kabupaten/kota. Ini bagian dari ikhtiar kami menjaga kerukunan agar tetap kokoh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kalimantan Timur, Muhammad Rasyid, menyampaikan apresiasi atas sambutan FKUB Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa keberadaan FKUB di Kaltim telah memiliki landasan hukum yang kuat, namun tetap membutuhkan dukungan nyata di lapangan.
“Kami belajar banyak dari FKUB Jatim. Penguatan keberadaan FKUB memang tidak cukup hanya secara regulatif, tetapi perlu ditopang kerja bersama lintas pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Pertemuan dua FKUB dari provinsi besar ini menjadi wadah saling belajar, memperluas kolaborasi, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mengawal kerukunan di Indonesia. Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman, kedua pihak berharap dapat memperkuat jejaring serta mengembangkan program strategis yang lebih berdampak bagi umat beragama di daerah masing-masing. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)



















