GRESIK, BN News – Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan) Kabupaten Gresik Dr. H. S. Hariyanto, S.Pd., M.M Resmi Dilantik Jadi Ketua Umum IKA Unesa Cabang Gresik. Pengurus Pusat IKA (Ikatan Keluarga Alumni) Unesa (Universitas Negeri Surabaya) memberikan mandat penuh kepada Pak Har sapaan akrab Kadispendik untuk memimpin IKA Unesa Cabang Gresik.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA Unesa, Bambang DH bersama 14 pengurus cabang IKA Unesa periode 2026–2031 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus I Ketintang, Universitas Negeri Surabaya, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan tersebut diikuti 14 cabang daerah, yakni Malang Raya, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, Jember, Bojonegoro, Tuban, Kediri, Blitar Raya, Yogyakarta, Gresik, Sampang, dan Madiun.
Dalam rangkaian acara yang sama, PP IKA Unesa juga menandatangani nota kesepahaman dengan LBH Mojokerta Raya sebagai bentuk kerja sama di bidang bantuan hukum.
Ketua Umum PP IKA Unesa, Bambang DH, menegaskan bahwa keberadaan organisasi alumni harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi almamater, bukan justru menjadi beban.
“Saya selalu menekankan kepada seluruh pengurus, terutama di tingkat cabang, bagaimana IKA ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi almamater. Jangan sampai justru menjadi beban,” ujar Bambang usai pelantikan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas dukungan terhadap keberlanjutan organisasi alumni, sekaligus kepada para alumni yang bersedia melanjutkan pengabdian melalui kepengurusan IKA.
Menurut Bambang, potensi sumber daya Unesa sangat besar. Saat ini jumlah mahasiswa mencapai sekitar 70 ribu orang, sedangkan alumninya telah menembus sekitar 140 ribu orang. Potensi tersebut, lanjutnya, harus diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang berdampak langsung bagi kemajuan universitas.
“Yang penting sekarang adalah tindak lanjutnya. Apa yang bisa kita lakukan bersama dan kita pakai untuk kemajuan universitas ke depan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang alumni Unesa. Meski dikenal sebagai perguruan tinggi keguruan, banyak alumni yang kini berkiprah sebagai pengusaha hingga pejabat publik.
“Ini sebenarnya modal besar. Banyak alumni yang menjadi pengusaha, banyak juga yang menjadi pejabat. Ini bisa memberikan wawasan dan kontribusi nyata bagi almamater,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PP IKA Unesa, Lukman Surya, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus cabang yang dilantik. Ia berharap kepengurusan daerah mampu memperkuat jejaring alumni dan berperan aktif mendukung program organisasi.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Muhammad Sholeh, menambahkan bahwa alumni diharapkan dapat memberi kontribusi yang berdampak, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi, serta ikut membantu mahasiswa aktif Unesa, termasuk dalam akses beasiswa di daerah masing-masing.
Di tempat yang sama, Ketua IKA Unesa Cabang Gresik Dr. H. S. Hariyanto, S.Pd., M.M menyatakan kesiapannya untuk memimpin IKA Unesa Cabang Gresik. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Pusat IKA Unesa. “Secepatnya kami akan melengkapi kepengurusan sekaligus menggelar Pelantikan IKA Unesa Cabang Gresik,” tandasnya penuh semangat.
Berikut Pengurus IKA UNESA CABANG GRESIK
A . Pembina :
1. Dr. Nyai Hj. Aminatun Habibah, M.P.d.
2. Drs. Suhartoko
3. Didik Hendriyono, S.Pd
B. Pengurus
1. Ketua : Dr. S. Hariyanto, S.Pd., M.M
2. Wakil ketua : Mulyono, M.Pd
3. Sekretaris : Dr. Nur Hamidah, S.Pd, M.Pd.
4. Bendahara : Nurul Wafiyah, M.Pd.
Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan talk show bertema “Ekspektasi dan Realitas Dunia Kerja” yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Agoes Junaedy, akademisi dari Universitas Ciputra Surabaya; K.H. Abu Bakar Assegaf; serta Murhaen Djumandi.
Pada materi pertama, Agoes Junaedy membawakan topik “Kewirausahaan dan Persiapan Karier bagi Mahasiswa”. Ia menyoroti adanya kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri saat ini. “Banyak lulusan memegang ijazah, tetapi belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar,” paparnya.
Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir yang lincah, berani berbeda, serta memanfaatkan media sosial untuk membangun citra profesional, bukan untuk hal-hal negatif.
Materi kedua disampaikan oleh K.H. Abu bakar Assegaf dengan fokus pada “Teori Keberhasilan”. Ia memaparkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada ilmu pentahuan, pengalaman, relasi, serta faktor nasib.
“Sukses bukan sekedar menumpuk harta, tetapi juga mencari ketentraman dan kemampuan untuk membahagiakan orang lain,” ungkapnya.
Pada materi ketiga, Murhaen Djumandi membawakan topik “Motivasi”. Ia menekankan bahwa alumni Unesa dituntut untuk berani bermimpi dan mencoba berbagai profesi, karena jalan menuju kesuksesan sangat beragam dan tidak bersifat tunggal. (Telisik Hati)



















