BN News – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, AKhmad Sruji Bahtiar, membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Revitalisasi Madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digelar di eL Hotel Kartika Wijaya Batu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, para Ketua Tim Bidang Pendidikan Madrasah, serta para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) dan Kepala Madrasah se-Jawa Timur. Rakor ini menjadi forum strategis dalam memperkuat langkah percepatan peningkatan mutu madrasah melalui implementasi program PHTC.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan pentingnya pola pikir solutif dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya terjebak pada persoalan, melainkan harus hadir sebagai bagian dari solusi.
“Jangan fokus pada masalah, tetapi berpikirlah untuk mencari solusi. Pemimpin itu hadir untuk menyelesaikan persoalan,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya membangun madrasah unggul yang tidak hanya berprestasi secara kelembagaan, tetapi juga memiliki kekuatan intelektual dalam mencetak generasi berkualitas. Menurutnya, lahirnya madrasah unggul sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan yang memiliki daya kritis tinggi.
Bahtiar juga menekankan bahwa penguatan kemampuan intelektual harus dimulai dari kesadaran diri. Proses tersebut mencakup kemampuan mengenali potensi, memahami keterbatasan, serta mengelola emosi secara bijak. Selain itu, diperlukan komitmen untuk terus belajar, berpikir kritis, dan adaptif terhadap lingkungan yang positif.
Di sisi lain, kemampuan teknis juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Kasi Pendma, misalnya, dituntut memiliki kompetensi teknis yang memadai dalam membimbing kepala madrasah, pengawas, hingga para guru agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Kita harus menyadari bahwa saat ini sekolah-sekolah di luar madrasah sudah mulai meniru sistem dan keunggulan madrasah. Oleh karena itu, kita wajib menghadirkan inovasi-inovasi agar madrasah semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, khususnya tiga aktor utama dalam pendidikan madrasah, yakni kepala madrasah, guru, dan pengawas. Ketiganya dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas dan kemajuan madrasah ke depan.
Selain itu, Kakanwil menekankan pentingnya empati intelektual dalam kepemimpinan. Pemimpin diharapkan mampu memahami kebutuhan setiap unsur pendidikan, baik guru, kepala madrasah, maupun pengawas, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Menutup arahannya, ia menegaskan perlunya perubahan pola pikir (mindset) dalam pengelolaan pendidikan madrasah. Transformasi ini menjadi kunci dalam menghadapi dinamika zaman serta mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan rakor ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam percepatan revitalisasi madrasah melalui Program PHTC, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Jawa Timur. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















