BN News – Kegiatan Webinar ASN Belajar Seri 10 Tahun 2026 bertajuk “Start Smarter – Serve Better: Kembali ke Fitrah Menuju Pelayanan Berkah” diselenggarakan secara daring dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan akademisi.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ramliyanto, serta menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar; Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar; serta Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya Dewi Retno Suminar sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Jawa Timur menegaskan bahwa momentum Idul Fitri harus dimaknai sebagai titik awal pembaruan diri bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Idul Fitri adalah momentum kembali ke fitrah, yakni kejernihan hati, kejujuran niat, dan kemurnian pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, bekerja bukan sekadar menunaikan tugas/kewajiban secara adminstratif, melainkan menghadirkan pelayanan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Ahmad Sruji Bahtiar, menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan awal perjalanan spiritual baru yang harus berdampak pada etos kerja aparatur. Nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan seperti kejujuran, disiplin, dan pengendalian diri harus tercermin dalam kinerja ASN sehari-hari.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi awal perjalanan spiritual baru yang harus tercermin dalam semangat kerja dan pengabdian kita sebagai ASN,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, integritas tidak hanya sebatas komitmen lisan, tetapi harus diwujudkan dalam konsistensi antara ucapan dan tindakan serta menjauhi segala bentuk penyimpangan.
“Integritas berarti konsisten antara ucapan dan perbuatan, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa ASN sebagai pelayan publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang profesional, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK juga menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ASN mampu memperkuat etos kerja yang dilandasi nilai keikhlasan, profesionalisme, dan integritas, sehingga pelayanan yang diberikan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















