BN News — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Reguler Tahun 2025 M/1446 H yang diselenggarakan di Pendopo Pemerintah Kota Mojokerto, Kamis (10/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan keberangkatan calon jamaah haji asal Kota Mojokerto.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, yang hadir bersama suami, Bapak Supriyadi Karimah Saiful. Turut hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mojokerto, Heriyana Dodik Murtono, yang juga bertugas sebagai Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), Kabag Kesra Pemkot Mojokerto, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto, para Kasubbag dan Kasi di lingkungan Kemenag Kota Mojokerto, para petugas haji (TPIHI, TKHI, dan TPHD), pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), serta ratusan calon jamaah haji tahun 1446 H/2025 M.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jatim mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan lahir dan batin serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.
“Mari kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT, mudah-mudahan seluruh calon jamaah diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti manasik haji secara serius agar calon jamaah memahami dengan benar rukun, wajib, serta larangan dalam ibadah haji. Selain itu, kesiapan fisik menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Calon jamaah dihimbau untuk rutin berolahraga, khususnya berjalan kaki setelah salat Subuh, sebagai bagian dari latihan fisik menjelang keberangkatan. “Jaga pola makan dengan konsumsi makanan bergizi, serta jaga kesehatan jiwa dan raga. Persiapan fisik dan mental sangat penting dalam pelaksanaan ibadah haji,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar para jamaah tidak berlebihan dalam menggelar acara pelepasan atau selamatan keberangkatan haji. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga niat ikhlas dan fokus pada ibadah, bukan pada kemewahan seremonial.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa seluruh akomodasi, konsumsi, dan transportasi jamaah haji telah disiapkan oleh pemerintah. Jamaah juga akan menerima living cost sebesar 750 riyal saat berada di asrama haji.
Terkait barang bawaan, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jamaah haji antara lain:
– Tas paspor wajib dibawa kapan pun dan di mana pun
– Rokok maksimal yang boleh dibawa adalah 200 batang per orang
– Tas tenteng maksimal 7 kg
– Tas koper maksimal 32 kg
– Setiap jamaah akan menerima air zamzam sebanyak 5 liter
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama serta penyampaian teknis lebih lanjut oleh panitia pelaksana manasik haji. Kehadiran Kepala Kanwil Kemenag Jatim pada kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan pemahaman yang lebih mendalam kepada para calon jamaah haji agar dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang, aman, dan mabrur. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















