MOJOKERTO, BN News — Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Rapat Koordinasi Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dalam kegiatan tersebut juga digelar Baznas Gresik Award 2025 dengan memberikan penghargaan bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berprestasi, Rabu (26/11/25).
Ketua Baznas Gresik H Muhamad Mujib, M.Pd.I menekankan bahwa penghargaan yang diberikan kepada UPZ adalah bentuk apresiasi, sekaligus motivasi untuk meningkatkan kinerja pengumpulan ZIS.
“Pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari kami kepada para UPZ yang berkontribusi besar dalam pengumpulan ZIS. Semoga ini meningkatkan semangat UPZ lain untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan pelayanan,” ungkapnya.
Pada penyelenggaraan BAZNAS Award tahun ini, sebanyak 39 instansi dan perorangan menerima penghargaan dalam delapan kategori, antara lain pengumpul ZIS terbanyak, program ABI (Ayo Belajar Infak) teraktif, program ABI terbanyak, perusahaan peduli ZIS, pendukung program ZIS, penggerak ZIS, serta tokoh masyarakat penggerak ZIS.
Dan menariknya, Kemenag Gresik memperoleh dua penghargaan sekaligus, yakni kategori UPZ Teraktif dan Kategori Penggerak ZIS yang diraih oleh Kasi (Kepala Seksi) Penzawa (Penyelenggara Zakat dan Wakaf) Hj. Nelly Afroh, S.Sos, M.Pd.I.
“Alhamdulillah, Kemenag Gresik langganan mendapatkan penghargaan di Gelaran Baznas Gresik Award. Pasalnya, Kemenag Gresik selama ini terus konsisten untuk meningkatkan pengumpulan ZIS. Harapannya, Kemenag Gresik bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” ungkap Nelly Afroh dengan nada penuh syukur.
Untuk diketahui, kegiatan tahunan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Ketua DPRD Gresik, Ketua Baznas Gresik, serta perwakilan Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Sekda Washil menegaskan perlunya akselerasi pengumpulan ZIS daerah menjelang akhir tahun anggaran.
“Target pengumpulan ZIS Kabupaten Gresik pada tahun 2025 sebesar Rp35 miliar. Hingga Oktober 2025, capaian kita baru berada di angka Rp22 miliar, atau sekitar 75 persen dari target. Karena itu perlu ada percepatan, terutama dari kontribusi ASN dan P3K di lingkungan Pemkab Gresik,” tegas Sekda.
Ia kemudian menyoroti dua fokus utama optimalisasi pengumpulan ZIS. Pertama, mendorong peningkatan kontribusi ASN dan P3K pada sejumlah OPD yang capaiannya masih rendah. Kedua, memperkuat peran UPZ desa dan kelurahan sebagai ujung tombak potensi zakat di tingkat masyarakat.
“UPZ di desa dan kelurahan memiliki potensi besar jika dikelola secara sistematis. Saya mengajak camat, kepala desa, dan lurah untuk mengaktifkan kelembagaan UPZ, meningkatkan literasi zakat, serta membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan lembaga masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Baznas Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa penguatan tata kelola ZIS harus berjalan beriringan dengan audit dan pengawasan distribusi zakat.
“Rakor ini diperlukan untuk memastikan penyaluran ZIS tetap tepat sasaran. Audit dan koordinasi berkelanjutan akan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat,” ujarnya. (Telisik Hati)



















