Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Dalam rangka memastikan kualitas pelayanan publik yang optimal, Seksi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik melaksanakan supervisi KUA di KUA Kecamatan Bungah, Selasa (14/1/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, yang didampingi oleh Kasi Bimas Islam, Abdul Ghofar, beserta tim supervisi. Program supervisi yang dilaksanakan selama 3 bulan sekali ini merupakan upaya strategis untuk memantau dan memastikan pelaksanaan tugas kepenghuluan di Kantor Urusan Agama (KUA) berjalan sesuai dengan standar operasional serta visi dan misi Kemenag.
Dalam arahannya, H. Pardi menyampaikan pentingnya tertib administrasi sebagai wujud profesionalisme pelayanan publik. Beliau menekankan empat unsur utama yang harus diterapkan di setiap KUA, yaitu:
1. Undangan Tertulis: Seluruh kegiatan harus didukung oleh bukti administrasi berupa undangan tertulis untuk menciptakan transparansi.
2. Absensi: Kehadiran pegawai harus tercatat dengan jelas sebagai bentuk akuntabilitas kerja.
3. Notulen: Catatan resmi dari setiap rapat atau kegiatan harus disertakan sebagai catatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Gambar/Dokumentasi: Pelaksanaan kegiatan harus didukung oleh dokumentasi berupa foto untuk memperkuat bukti fisik.
“Kinerja kita harus berbasis bukti. Semua yang kita lakukan harus memiliki jejak administrasi yang jelas. Dengan demikian, tidak hanya akuntabilitas yang terjaga, tetapi juga memberikan citra pelayanan publik yang lebih baik,” ujar H. Pardi.
Supervisi ini juga menjadi momen penting untuk memberikan pembinaan kepada para ASN dan pegawai di lingkungan KUA agar terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri. Selain itu, H. Pardi juga menekankan pentingnya prinsip “Tulis apa yang sudah dilakukan, dan lakukan apa yang sudah ditulis” sebagai panduan kerja sehari-hari.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para pegawai KUA yang berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Dengan supervisi ini, Kemenag Gresik berharap dapat menciptakan layanan yang lebih profesional, akuntabel, dan transparan di setiap KUA. (Didik Hendri Telisik Hati)
















