GRESIK, BN News – Isu lingkungan hidup kini menjadi perhatian serius jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Bertempat di Aula Kantor Kemenag, Selasa (10/3/2026), secara resmi dibuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Dihadiri langsung oleh Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S. Ag, M. Si, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta pilihan, yakni Penghulu dan Penyuluh Agama se-Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Muchammad Toha mengapresiasi langkah cepat Kemenag Gresik dalam merespons isu ekoteologi. Beliau menyampaikan bahwa agama memiliki peran sentral dalam menggerakkan kesadaran lingkungan, dan para peserta adalah ujung tombak transformasi tersebut.
Plt. Kepala Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menambahkan dalam arahannya menyampaikan bahwa fenomena alam saat ini adalah pesan bagi manusia untuk kembali peduli pada lingkungan. Beliau menekankan pentingnya implementasi semangat 8 Asta Protas agar seluruh jajaran sigap menghadapi tantangan global. “Dakwah harus menyejukkan, dan menjaga alam adalah salah satu jalan mewujudkannya,” tegasnya.
Materi mendalam disampaikan oleh Widyaiswara BDK Surabaya, Sholehuddin, yang menekankan bahwa ekoteologi adalah bentuk refleksi iman. Para peserta diharapkan mampu menyisipkan narasi kelestarian alam dalam setiap khotbah dan bimbingan masyarakat, sehingga menjaga bumi menjadi bagian tak terpisahkan dari ibadah sehari-hari.
Semoga langkah ini membawa keberkahan bagi lingkungan dan masyarakat Gresik secara luas. 🍃 (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
#KemenagGresik #Ekoteologi #KemenagRI #BDKSurabaya #GresikBisa #PelestarianAlam #KUA #PenyuluhAgama
















