Penulis: M Syahrul Munir/Telisik Hati
BN News.com – Pengurangan angka pengangguran itu adalah tantangan yang luar biasa. Perlu langkah panjang untuk menurunkan angka pengangguran secara bertahap. Terlebih lagi, kondisi global yang sulit diprediksi. Kebutuhan pokok dunia dan industri terpukul karena perang dunia. Walhasil, PHK terjadi di mana-mana. Pengurangan pekerja adalah hal yang nyata terjadi di sekitar kita.

“Terakhir, Kenaikan BBM yang justru menambah masalah tenaga kerja. Tentu, industri juga akan berhitung ulang akan cost produksi yang mereka keluarkan,” tandas anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, Minggu (11/9/2022).

Warga lokal tentu harus bersaing berebut untuk menjadi yang berkompeten, sedangkan fasilitas yang ada belum cukup mendukung. Minimnya program sertifikasi kompetensi, frekuensi pelatihan yang terbatas, dan BLK yang belum begitu mumpuni untuk mencetak calon pekerja yang profesional.
“Maka, anggaran minimalis yang ada perlu diefektifkan. Dana yang tersedia baik itu dana yang bersumber dari Daerah maupun bersumber dari Dana Transfer mulai perlahan dikonsentrasikan untuk mengurai pengangguran di tingkat desa bukan lantas digelontorkan besar-besaran untuk program-program populis yang berjangka pendek saja,” kritik anggota dewan termuda yang membidangi perekonomian dan keuangan ini.

Mestinya, lanjut Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik ini, program Pelatihan diperbanyak di berbagai dinas, tidak hanya Dinas Tenaga Kerja, namun juga dinas yang lain seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Budaya, Pemuda, dan Olahraga. Forum pertemuan pelaku industri dengan masyarakat pencari kerja sejenis EXPO juga perlu diselenggarakan agar terjadi interaksi antar semua elemen.
Sungguh! Mengurai pengangguran tidak bisa hanya dengan kontribusi satu sektor saja, namun harus dikerjakan oleh semua sektor pendukung. (Syahrul Munir/Telisik Hati)
*Tulisan ini dikupas saat Sarasehan dengan Karang Taruna Desa Bedanten Bungah membahas isu Ketenagakerjaan, Jumat, 9 September 2022
















