Penulis📰 Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar. Tiap warga negara wajib memperoleh pendidikan dengan layak yang ditanggung oleh negara.
Namun, biaya pendidikan saat ini dirasa cukup tinggi, terutama di sekolah swasta. Hal ini yang mendorong usulan supaya sekolah swasta lebih diperhatikan di saat Cak Noto Utomo gelar reses yang bertempat di kediamannya Dusun Perengkulon, Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Sabtu, (30/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Noto akan memperjuangkan usulan dari masyarakat ini. Dirinya pun mengerti bahwa biaya pendidikan di sekolah swasta masih cukup tinggi dibandingkan sekolah negeri.
“Usulan ini akan kami perjuangkan. Melalui perubahan anggaran (P-APBD) tahun ini biar beban wali murid berkurang bisa berkurang,” tegas Anggota komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang membidangi pendidikan ini.
Selain itu, Lanjut Noto, Bantuan Jasmas berupa infrastruktur, baik ruang kelas maupun gedung baru selama ini sudah berjalan. Bantuan Keuangan (BK) untuk fisik di sekolah swasta tiap tahun juga sudah berjalan.
“Kita akan alokasikan untuk pembelian alat ajar, seperti buku mapel, LKS dan Alat tulis lainnya,” tutup Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Gresik ini.
Sementara itu, salah satu peserta reses Zahrotul Fitriyah merasa senang apabila nanti siswa dapat bantuan berupa buku mata pelajaran (mapel).
“Ya senang karena pengeluaran terbesar itu biaya beli buku sama LKS, semoga terelialisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Maskanah salah satu Kepala Madrasah MI Miftahul Ulum 3 Perengkulon menyambut positif rencana tersebut disamping meringankan beban wali murid juga bisa meningkatkan minat baca siswa.
” Dengan penambahan anggaran untuk pembelian buku mapel maupun buku referensi diharapkan siswa tidak lagi terbebani beli buku,” ucapnya. (Didik Hendri Telisik Hati)



















