GRESIK, BN News – Perayaan Lebaran Ketupat di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, berlangsung meriah dengan digelarnya tradisi khas udik-udikan, Sabtu (28/3/2026). Tradisi tahunan yang merupakan warisan budaya turun temurun ini kembali menyedot antusiasme warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Udik-udikan merupakan tradisi menaburkan uang koin maupun uang kertas pecahan kecil ke jalanan atau halaman rumah sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan sepanjang tahun,” ujar H Khoirul Huda, S.Ag, Anggota DPRD Gresik yang juga warga asli Desa Suci Manyar Gresik, Minggu (29/3/2026).
“Tradisi tersebut digelar usai kegiatan selametan atau tasyakuran bersama yang menjadi rangkaian utama dalam perayaan Lebaran Ketupat di Desa Suci Manyar,” imbuh H Huda yang juga Ketua DPC PPP Gresik ini saat menggelar tradisi udik-udikan bersama sang istri tercinta di halaman rumah.
Salah satu warga Desa Suci, Aruf, mengatakan bahwa tradisi ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat dan selalu dinantikan setiap tahunnya.
“Setiap rumah menyiapkan ratusan ribu rupiah untuk dibagikan. Ada yang kertas dan ada yang koin. Harapannya tentu agar rezeki semakin lancar dan mendapat keberkahan,” ungkapnya.
Uang yang ditebarkan pun bervariasi, mulai dari koin pecahan Rp500 hingga uang kertas Rp5.000. Warga tampak berkeliling kampung dengan penuh semangat untuk berburu uang yang ditebarkan dari rumah ke rumah.
Antusiasme paling besar terlihat dari anak-anak yang berlarian mengikuti arah sebaran uang. Namun, orang dewasa pun tak kalah bersemangat ikut meramaikan suasana.
Aruf mengaku, tradisi ini tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa keberuntungan tersendiri bagi warga yang ikut berburu.
“Alhamdulillah hari ini berhasil dapat Rp160 ribu hanya dalam beberapa jam mengikuti udik-udikan. Lumayan banget dapat segitu,” tambahnya.
Tak sekadar berbagi rezeki, udik-udikan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Suasana semakin semarak ketika warga mulai menyanyikan lagu “Surak Iyo” sambil berlarian mengikuti arah taburan uang.
Momen tersebut menjadi hiburan tersendiri yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam tradisi khas Desa Suci. (Telisik Hati)
















