GRESIK, BN News – Sebuah potret humanis terpancar dari selasar Masjid Nurul Huda, Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Di tengah hiruk-pikuk modernitas, sejumlah siswa SMA Hidayatus Salam Lowayu memilih untuk mendedikasikan waktu mereka dalam sebuah gerakan sosial religius bertajuk “Quran Volun-teen Squads”.
Program inovatif ini mempertemukan semangat muda para pelajar dengan keteguhan para lansia yang tengah berjuang menuntaskan buta aksara Al-Qur’an. Gerakan ini bukan sekadar inisiatif musiman, melainkan sebuah respons strategis sekolah terhadap krisis tenaga pendidik Al-Qur’an bagi kalangan lanjut usia di wilayah pedesaan.
Manifestasi Kurikulum Berbasis Kemanusiaan
Program ini merupakan pilar utama dari gerakan besar Smahits Kindness Sharing.
Kepala SMA Hidayatus Salam, Moh. Atho’ Illah, S.Pd., menegaskan bahwa orientasi pendidikan di lembaganya tidak lagi terjebak dalam batas-batas dinding kelas.
“Kami memiliki komitmen untuk mentransformasi ilmu pengetahuan menjadi aksi nyata. Melalui program ini, siswa tidak hanya dibekali dengan kecerdasan kognitif, tetapi juga didorong untuk mengamalkan nilai-nilai spiritual dan sosial secara langsung di tengah masyarakat,” ujar Moh. Atho’ Illah, Rabu (25/2/2026).
Pembinaan Ketat dan Simulasi Pengajaran
Menyadari kompleksitas dalam menghadapi peserta didik lanjut usia, pihak sekolah menerapkan standarisasi yang ketat bagi para relawan siswa. Sebelum terjun ke masyarakat, anggota Quran Volun-teen Squads diwajibkan mengikuti pelatihan intensif yang komprehensif, mencakup:
Metodologi Pedagogi Lansia: Teknik pengajaran khusus yang disesuaikan dengan daya tangkap orang tua.
Manajemen Emosional: Penguatan aspek kesabaran, empati, dan etika berkomunikasi (unggah-ungguh).
Literasi Psikologi: Memahami karakteristik psikologis lansia guna membangun kedekatan emosional.
Sebagai tahap akhir seleksi, para siswa harus menempuh simulasi pengajaran yang polanya menyerupai ujian nasional. Hal ini dilakukan guna menjamin bahwa pendampingan di lapangan dapat berjalan secara profesional, edukatif, namun tetap dalam suasana yang menyenangkan.
Sinergi Strategis Menjawab Problematika Desa
Fenomena meningkatnya gairah belajar Al-Qur’an di kalangan lansia seringkali terkendala oleh keterbatasan jumlah instruktur di majelis-majelis taklim desa. Mengantisipasi hal tersebut, SMA Hidayatus Salam mengambil langkah proaktif dengan menjalin kemitraan strategis bersama Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) Masjid Nurul Huda Lowayu.
Ketua BKMM, Hj. Nazilah, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menilai bahwa keterlibatan generasi muda dalam pengajaran agama bagi lansia merupakan bentuk pendidikan karakter yang sangat efektif.
“Kami berharap proses ini mampu membentuk para siswa menjadi insan kamil (manusia paripurna) yang memiliki kepekaan sosial tinggi,” tuturnya.
Visi Ekspansi Kebermanfaatan
Pembina program, Nikmatul Akhiroh, S.Pd., memproyeksikan bahwa gerakan ini akan menjadi pemantik bagi gerakan kerelawanan pemuda di wilayah lain.
“Target kami adalah memperluas jangkauan manfaat program ini ke berbagai daerah. Kami ingin membuktikan bahwa membumikan Al-Qur’an adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipelopori oleh generasi muda,” pungkasnya.
Melalui Quran Volun-teen Squads, SMA Hidayatus Salam berhasil merumuskan ulang definisi pemuda progresif: bahwa eksistensi seorang pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari besarnya kontribusi nyata bagi peradaban masyarakat di sekitarnya. Program ini menjadi bukti autentik bahwa usia muda adalah masa pengabdian, dan masa tua bukanlah penghalang untuk terus mereguk ilmu Tuhan. (Tim Literasi SMA Hits/Telisik Hati)



















