GRESIK, BN News – Anggota Komisi I DPRD Gresik Husnul Fiqhan, SE kembali menggelar acara Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses pada Sabtu (14/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Fiqhan yang juga Sekjend Partai Golkar Gresik ini dibanjiri pertanyaan dan usulan terkait progres proyek besar PT. Bungah Industrial Park (BIP).
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik meminta agar PT. Bungah Industrial Park (BIP) menaati segala prosedur aturan selama menjalankan proyek pembangunan di tiga desa di wilayah Kecamatan Bungah, yakni Desa Melirang, Desa Masangan, dan Desa Bungah, serta senantiasa mengedepankan sikap humanis dengan warga.
Fiqhan menjelaskan, progres terbaru proyek pemerataan lahan pembangunan kawasan industri tersebut saat ini mulai masuk di wilayah Desa Masangan.
“Saya mendapat beberapa usulan dari warga terkait proyek pembangunan PT. Bungah Industrial Park (BIP). Jadi proyek kawasan industri ini sangat luas, dengan cakupan lahan mencapai 356 hektar, kemudian lokasinya berada tak jauh dari permukiman warga di tiga desa. Maka seharusnya perusahaan senantiasa mengedepankan sikap humanis dengan warga dan bisa menjalankan prosedur, terutama sosilisasi kepada warga,” ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi bisa mencakup banyak hal, mulai dari pemberitahuan tentang adanya proyek, penanganan mitigasi seperti dampak aktivitas pemerataan lahan hingga pembangunan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, serapan tenaga kerja lokal, serta Corporate Social Responsibility atau CSR sebagai komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
“Jadi perusahaan wajib melakukan sosialisasi sejak awal. Jangan sampai proyek sudah jalan tetapi belum ada sosialisasi sama sekali dari pihak perusahaan kepada warga,” tegasnya.
Politisi muda jebolan aktivis pergerakan itu pun meminta agar pihak perusahaan senantiasa bersikap humanis dengan warga, mengedepankan non litigasi asas kekeluargaan dalam pola penyelesaian jika terjadi persoalan. Langkah ini penting dilakukan agar kehadiran perusahaan benar-benar menunjukkan komitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Perusahaan bisa menunjukkan niat baik melalui langkah-langkah dan sikap yang lebih humanis, mengedepankan penyelesaian non litigasi dan kekeluargaan jika terjadi persoalan dengan warga, jangan sampai ada tindakan yang terkesan arogan bahkan berbau unsur premanisme,” terangnya.
Komisi I DPRD Kabupaten Gresik menyatakan sepenuhnya mendukung penuh investasi sebagai upaya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan mendorong iklim pertumbuhan ekonomi. Sehingga meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik.
“Kami mendukung investasi. Tetapi juga harus berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses, Anggota Komisi I DPRD Gresik Husnul Fiqhan juga mendapat beberapa masukan dari warga, seperti kerusakan parah jalan raya nasional di wilayah Gresik Utara, dan banjir yang menggenangi beberapa titik lokasi ruas jalan ketika musim hujan. (Telisik Hati)



















