GRESIK, BN News — Bawaslu Kabupaten Gresik melakukan pengawasan melekat pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 yang digelar KPU Gresik, Kamis (2/4/2026).
Ketua KPU Gresik, Akhmad Taufik, menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga.
“Data pemilih menentukan arah kepemimpinan. Karena itu, koordinasi antarinstansi menjadi kunci,” ujarnya.
Divisi Data dan Informasi KPU Gresik, Zuhri Firdaus, menyampaikan total pemilih mencapai 1.006.187 orang dari 18 kecamatan dan 356 desa/kelurahan, terdiri dari 500.289 laki-laki dan 505.898 perempuan.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Gresik, Habibur Rohman mengapresiasi upaya KPU, namun memberi catatan.
“Masih ada masyarakat yang belum tahu statusnya di DPT dan kesulitan mengaksesnya. Selain itu, ditemukan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) yang masih terdata,” ujarnya.
Bawaslu juga mencatat tren kenaikan jumlah pemilih sejak 2025 hingga menembus 1 juta. Pada Triwulan I 2026, Bawaslu menyampaikan dua saran perbaikan terkait 20 data pemilih, yang seluruhnya telah ditindaklanjuti KPU.
Menanggapi hal itu, Zuhri menjelaskan KPU mengacu pada PKPU Nomor 1 Tahun 2025 dengan empat sumber data: KPU RI, DPT terakhir, masukan Bawaslu, dan laporan masyarakat. KPU juga berkoordinasi dengan instansi seperti Kemenag, rutan, serta Dispendukcapil.
Perwakilan Polres Gresik menyatakan siap mendukung pembaruan data secara berkala, sementara Dispendukcapil menjelaskan perbedaan data dapat terjadi akibat proses sinkronisasi sistem yang dinamis.
Pleno ini menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk menjaga akurasi data pemilih dan kualitas demokrasi di Gresik. (Humas Bawaslu Gresik/Telisik Hati)
















