GRESIK, BN News – UPT SMPN 1 Gresik (Spensagres) kembali meraih Juara 1 di ajang bergengsi Gress Of Champions (GOC) Vol. II. Kompetisi yang memperebutkan Piala Bupati Gresik ini digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Gressmall pada Kamis-Jumat (9-10 April di Atrium Gressmall.
Kepala UPT SMPN 1 Gresik H Beri Avita Prasetiya, M.Pd, MM menyampaikan rasa bangganya atas capaian Tim Spensagres. “Alhamdulillah, UPT SMPN 1 Gresik berhasil mempertahan juara meski dengan tim dan siswa yang berbeda,” ujar H Beri sapaan akrabnya dengan nada penuh syukur, Sabtu (11/4/2026).
Keberhasilan ini, lanjut H Beri yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri Kabupaten Gresik karena para siswa telah mendapatkan pembinaan intensif sebelum mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah, SMPN 1 berhasil membawa pulang Juara 1. Anak-anak kami persiapkan dengan serius selama dua minggu melalui pembinaan khusus dan kegiatan olimpiade,” tandas H Beri Avita yang juga Ketua PGRI Gresik ini.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkompetisi dan mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul mengikuti ajang Gress of Champion (GOC) Vol. II dan Gebyar Tahfidz Quran. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, pada Kamis (9/4/26), dan akan berlangsung selama dua hari, hingga 10 April 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Yani sapaan akrabnya menegaskan pentingnya menghadirkan kembali ruang-ruang kompetisi intelektual seperti cerdas cermat di tengah perkembangan zaman.
“Kita rindu momentum seperti ini. Anak-anakku sekalian, terus belajar. Jangan takut mencoba. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki mental kuat dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tantangan yang dihadapi pelajar saat ini, terutama di era digital. Menurutnya, penggunaan game online dan media sosial perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu proses belajar.
“Kami sebagai orang tua tentu punya kekhawatiran. Saat ini juga sedang dibahas aturan terkait pembatasan game online dan media sosial. Harapannya, ini bisa membantu anak-anak tetap fokus belajar,” tambahnya.
Bupati Gus Yani menjelaskan, pelaksanaan tahun ini terasa lebih meriah karena peserta tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ia juga memastikan, pemerintah daerah akan terus mendampingi para peserta yang berprestasi agar bisa melangkah ke ajang yang lebih tinggi.
“Anak-anak yang juara nanti akan kita dampingi untuk ikut kompetisi lain. Ini bagian dari proses mereka untuk berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk mendorong semangat belajar sekaligus membentuk karakter siswa.
“Kami ingin kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak untuk lebih semangat belajar, berpikir kritis, dan juga membangun karakter yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat dan tepat.
Antusiasme peserta pun terlihat sangat tinggi. Gress of Champion diikuti oleh 140 tim dari berbagai daerah seperti Lamongan, Surabaya, Mojokerto, Pamekasan, Malang, dan Sidoarjo. Sementara itu, Gebyar Tahfidz Quran diikuti oleh 228 peserta dari jenjang TK hingga SMP se-Jawa Timur.
“Pesertanya sangat banyak, bahkan pendaftaran harus kami tutup lebih awal karena terus bertambah,” jelas Hariyanto.
Di sisi lain, General Manager Gressmall Gresik, Eric Pramono Bangun, menyampaikan bahwa pihaknya senang bisa terus mendukung kegiatan positif seperti ini.
“Kami bangga bisa terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Dinas Pendidikan. Harapannya, Gressmall tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda yang berprestasi,” tandasnya. (Telisik Hati)















