Penulisšāļø Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Horee! Kabar Gembira untuk Pasukan Kuning (Paskun) dan pasukan hijau (pasjo). Setidaknya, kabar ini bisa membuat mereka tersenyum sumringah. Pasalnya, Pemerintah dan DPRD Kabupaten Gresik telah sepakat menaikan honor mereka pada tahun 2024 mendatang. Hal tersebut telah tercantum pada APBD 2024 yang telah digedok beberapa waktu lalu.
Kabar kenaikan honor tersebut ditegaskan Anggota Komisi III DPRD Gresik H. Abdullah Hamdi, S.S. Pria yang akrab disapa Abah Hamdi ini mengatakan, sesuai hasil finalisasi APBD 2024, telah disediakan anggaran untuk kenaikan anggaran paskun dan pasjo.
“Dan kenaikan honor untuk Paskun dan Pasjo itu sudah disepakati. Jadi Insya Allah bisa terealisasi pada awal tahun 2024,” ujar wakil rakyat yang dikenal rajin turut menampung berbagai keluhan masyarakat ini, Sabtu (16/12/2023).
Dijelaskan Abah Hamdi, dengan anggaran yang disiapkan nantinya paskun dan pasjo akan menerima tambahan honor sebesar Rp 200 ribu per bulan. Total anggaran yang dibutuhkan untuk kenaikan honor 366 orang paskun dan pasjo sebesar Rp 878 juta.
“Sebelumnya, paskun dan pasjo per jamnya diberikan honor sebesar Rp 17 ribu per jam. Tahun depan naik menjadi Rp 19 ribu per jamnya,” ungkap alumnus Universitas Udayana Bali ini.
Lebih lanjut Politisi Senior PKB ini menjelaskan, dengan kenaikan ini maka setiap bulan honor yang diterima paskun dan pasjo dari sebelumnya Rp 1,6 juta naik menjadi Rp 1,8 juta.
“Meskipun jumlah masih jauh dari angka layak, kenaikan ini sudah cukup bagus. Ke depan akan terus kami perjuangkan agar bisa terus naik,” tandas Abah Hamdi yang bakal maju lagi sebagai calon anggota DPRD Gresik Dapil 3 Menganti – Kedamean pada Pileg 2024 mendatang.
Ditambahkan Abah Hamdi, sebenarnya pihaknya mengusulkan agar kenaikannya bisa lebih besar. Sebab, honor mereka sudah tidak pernah naik sejak 5 tahun lalu.
“Namun setelah dihitung, kemampuan anggaran hanya segitu. Ke depan kami akan terus perjuangkan agar paskun dan pasjo honornya bisa layak,” pungkas wakil rakyat yang memiliki hobi unik, yakni makan di pinggir jalan, bukan di restoran ataupun rumah makan mewah. “Biar dekat dengan rakyat kecil dengan seabrek permasalahan yang dihadapi,” imbuhnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















