Penulis: Olip/Telisik Hati
BN News.com – Acara komunitas sepeda yang bernama “bike to world” dengan program “bike to school” hari ini mampir ke sekolah UPT SMPN 14 Gresik. Komunitas yang memiliki misi gerakan sosial bersepeda ke sekolah ini juga memberikan edukasi pada peserta mengenai manfaat bersepeda, Sabtu (5/11/2022).
Diketahui bersama Bambang haris setiawan mengatakan bahwa tata tertib sekolah wajib untuk dilaksanakan. Baik kewajiban sebagai siswa maupun larangan bagi siswa. Salah satu larangannya adalah siswa UPT SMPN 14 Gresik tidak diperbolehkan mengendarai motor ke sekolah. Siswa diperbolehkan untuk meminta orang tuanya menjemput ke sekolah.
Hal ini ternyata menimbukan respon yang kurang baik. Antrian orang tua siswa terlihat berbaris sepanjang jalan raya Dermo. Bahkan diperjelas dengan data statistik melalui penyebaran angket untuk mengetahui jumlah siswa yang pulang sekolah dijemput sangat banyak. “Terdapat 120 siswa yang mengaku dijemput oleh orang tuanya,” kata Haris.
Sebuah program konsistensi dalam mengedukasi dan menyampaikan pesan indah “bersepeda” adalah hal terbaik untuk kita semua. Bersama peserta didik atau pelajar di berbagai kota di Indonesia. Kita bangun budaya bersepeda yang menyenangkan dan tertib.
Berstatus sebagai sekolah Adiwiyata, yakni lingkungan sekolah bersih dan sehat membuat sekolah ini berkreasi menjadi sekolah yang mewajibkan sepeda bagi siswa-siswi dan guru untuk aktivitas sehari-hari. “Bahkan parkiran sepeda sekolah ini menurut kami satu-satunya yang konsisten full dengan sepeda anak didik,” ungkap Haris yang hobi sekali bersepeda walaupun harus menempuh 44 Km jarak dari rumahnya ke sekolah.
Sebenarnya acara hari ini dari pihak sekolah juga turut mengundang Dinas terkait yaitu: Dinas pendidikan, Dinas perhubungan dan polantas. Namun, ketiganya berhalangan hadir.
Penyampaian materi melalui perbincangan interaktif, santai, dan menyenangkan. Dalam rangkaian acaranya ada gowes yang diikuti oleh siswa beserta dewan guru UPT SMPN 14 Gresik. “Selain itu, ada juga pertunjukan atau atraksi dari anggota bike to world,” ucap Azza kelas 7.
Setelah pelaksanaan kunjungan komunitas ini, diharapkan adanya sinergi antara pejabat desa setempat, polantas, serta warga sekitarnya. “Selain itu, semoga dengan gerakan bike to school ini siswa-siswi dapat menggunakan sepedanya untuk bersekolah. Tumbuh gairah dan semangat bersepeda meskipun jauh. Setidaknya, karena program Zonasi inilah saya yakin siswa-siswi pasti siap melaksanakannya,” tutupnya. (Olip/Telisik Hati)
















