GRESIK, BN News – Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair Tematik 2026 bukan sekadar agenda seremonial ataupun gimmick. Kegiatan yang digelar di Icon Mall Gresik, Jumat (17/7/2026), itu merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
“Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya bisa kita pertanggungjawabkan, mulai dari siapa yang mendaftar, mengikuti seleksi, sampai siapa yang akhirnya diterima bekerja. Semua tercatat dalam sistem sehingga hasilnya bisa diukur dan dievaluasi,” tegas Bupati Gus Yani.
Menurut Bupati, tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masuknya investasi berskala besar dengan teknologi yang semakin maju menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“UMK yang tinggi harus selaras dengan kualitas SDM yang tinggi. Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui lintas perangkat daerah. Tidak hanya Dinas Tenaga Kerja, sejumlah organisasi perangkat daerah juga menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan industri agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.
Bupati Gus Yani juga mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Gresik untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dengan menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja, termasuk apabila proses rekrutmen dilakukan secara daring. Dengan demikian, Dinas Tenaga Kerja dapat menjalankan fungsi sebagai jembatan antara dunia usaha dan masyarakat pencari kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Zainul Arifin menjelaskan bahwa Job Fair Tematik merupakan implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Regulasi tersebut mengamanatkan pemerintah daerah tidak hanya membuka akses kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan industri di Kabupaten Gresik.
Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker Gresik memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi pelaksanaan mini job fair yang rutin digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677 lowongan pekerjaan.
Zainul mengungkapkan, evaluasi penyelenggaraan Job Fair 2025 menjadi pijakan penting dalam penyempurnaan sistem penempatan tenaga kerja. Dari 2.968 kebutuhan tenaga kerja yang difasilitasi melalui Gresikerja, sebanyak 1.058 tenaga kerja berhasil ditempatkan di dalam negeri, sementara 391 pekerja migran Indonesia (PMI) berhasil ditempatkan di luar negeri. Meski demikian, masih terdapat 396 lowongan dalam negeri yang belum terisi, terutama pada posisi yang membutuhkan kompetensi khusus seperti crew store, sales, pengemudi, dan tenaga keamanan bersertifikat.
“Karena itu, tahun ini kami mewajibkan seluruh perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan. Evaluasi ini penting agar kami mengetahui sejauh mana efektivitas penempatan tenaga kerja dan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Zainul.
Ia menambahkan, kebutuhan industri di Gresik hingga Juli 2026 masih didominasi lulusan SMK/SLTA dengan 3.145 lowongan. Selain itu, tersedia 377 lowongan untuk lulusan S1, 111 lowongan D3, 20 lowongan D1/D2, 14 lowongan SMP, dan 20 lowongan bagi lulusan SD. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha tidak semata-mata melihat jenjang pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki pencari kerja.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sepanjang 2025 Disnaker Gresik telah menyelenggarakan pelatihan bagi 756 calon tenaga kerja, yang terdiri atas 466 pencari kerja dan 290 peserta program pendamping ijazah SMK. Dari peserta pelatihan tersebut, sekitar 85 persen telah berhasil terserap ke dunia kerja, sedangkan sisanya masih dalam proses pendataan.
Selain bursa kerja, Job Fair Tematik 2026 juga menghadirkan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri” dengan narasumber tokoh nasional Dahlan Iskan.
Dalam paparannya, Dahlan menilai program magang merupakan kunci utama untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pendidikan membekali seseorang dengan pengetahuan (how to know), pelatihan mengajarkan keterampilan (how to do), sedangkan magang memberikan pengalaman nyata yang membentuk kesiapan seseorang memasuki dunia kerja.
“Kalau menurut saya, urutannya nomor satu adalah magang, nomor dua pelatihan, baru kemudian pendidikan. Magang menjadi kunci karena di sanalah seseorang benar-benar belajar bekerja di lingkungan industri,” ujarnya.
Dahlan mendorong Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar program magang semakin masif dan terstruktur. Ia juga berharap Gresik dapat menjadi daerah percontohan dalam membangun link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik melantik Jaga Migran Rangers (JMR), yakni para fasilitator lapangan yang menjadi garda terdepan dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik.
Sebanyak 12 JMR yang mewakili enam kecamatan kantong PMI, yakni Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Tambak, dan Sangkapura, dikukuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan pendampingan calon pekerja migran, mendeteksi dini potensi penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan Job Fair Tematik 2026. Ana, pencari kerja asal Kecamatan Kebomas, mengaku optimistis kegiatan tersebut membuka peluang lebih besar baginya untuk memperoleh pekerjaan karena diikuti banyak perusahaan besar di Gresik.
“Saya berharap bisa diterima di salah satu perusahaan yang ikut Job Fair tahun ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus diadakan dengan semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi sehingga peluang kerja bagi masyarakat Gresik juga semakin besar,” tuturnya. (Telisik Hati)
















