Penulis: Memet/Telisik Hati
BN News.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Iwan Zunaih melaunching sentra Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) binaan organisasi Rakyat Pantura Bersatu (RPB) di kawasan wisata kolam renang Ocean Kids, Desa Sambogunung, Kecamatan Dukun, Minggu (6/11).
Gus Iwan, demikian sapaan akrab politisi asal Nasdem Gresik tersebut, mendorong para pelaku UMKM semakin memodernisasi bisnis atau usahanya dengan mengoptimalkan digitalisasi tetapi tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Tujuannya, agar produk-produk yang dipasarkan semakin menarik dan bisa merambah pasar global.

“Para UMKM harus bisa menciptakan produk yang menarik, baik dari packaging dan cita rasa yang bervariasi agar bisa menjadi daya tarik pembeli,” kata Gus Iwan.
Modernisasi produk, lanjut Gus Iwan, tidak hanya membuat kemasan produk-produk UMKM dengan model biasa-biasa saja lalu dipasarkan secara konvensional. Melainkan juga harus sudah mulai transformasi dengan berbagai produk berbasis teknologi demi meningkatkan daya saing produktivitas secara umum. Termasuk mendukung sektor pariwisata.

“Karena itu harus ada sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta penguatan bagi pelaku UMKM,” terang Anggota Komisi B DPRD Jatim yang salah satunya membidangi perekonomian ini.
Putra pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ihyaul Ulum Dukun sekaligus menantu pengasuh Ponpes Sunan Drajat Paciran Lamongan ini pun mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih giat merangkul para komunitas UMKM dan tempat wisata.
“Dinas terkait baik Dinas koperindag, Disparbud, harus bisa membangun kerjasama dengan komunitas umkm dan tempat wisata guna membantu pemasaran produk UMKM,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua UMKM RPB Khafidl menuturkan, sentra UMKM di kawasan wisata kolam renang Ocean Kids sejatinya sudah berdiri satu tahun lalu. Berdirinya tempat usaha kedua ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi sektor UMKM khususnya binaan komunitas RPB.

“Jadi perlu diketahui bahwa UMKM RPB ini sudah kerja nyata membantu dengan membuat tempat usaha, dan melakukan pendampingan proses perizinan, dan sudah ada tempat usaha pertama yang bertempat di Depan pelayanan Kantor Dinas Pencatatan sipil kabupaten Gresik,” ucapnya.
Masih ucap Mas Memet “Bingung, marren produk baru di display sekitar 140 produk, ternyata banyak yang laku , padahal belum diresmikan, semoga ini menjadi awal yang baik bagi UMKM dalam pemasaran produk yang benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Mas Memet itu berharap ke depan UMKM di bawah binaan RPB bisa terus berkembang. Tidak hanya dalam hal perizinan, tetapi juga turut mendampingi produk-produk UMKM lain agar pemasaran lebih berkembang.

“Harapan Planning ke depannya untuk makin mengembangkan Grup UMKM ini tidak hanya dalam hal perizinan, akan turut mendampingi lebih meluas ke pemasaran produk-produk anggota agar omset anggota makin bagus kedepannya,” pintanya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan Diskoperindag Gresik, ratusan pengurus dan pelaku UMKM binaan RPB dari Kecamatan Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Manyar, Menganti dan Kecamatan Kebomas. (Memet/Telisik Hati)
















