GRESIK, BN News – ššš konsep bagus sekali dalam teori kekacauan (chaos theory), namanya “Butterfly Effect”, dicetuskan Edward Lorenz, matematikawan dan Profesor dari MIT Amerika, dalam Deterministic Nonperiodic Flow, tahun 1963 yang diterbitkan dalam Journal of the Atmospheric Sciences. Jurnal paling dihormati di Amerika.ā£ā£
ā£ā£
Efek kupu-kupu menurut Lorenz menyatakan bahwa perubahan kecil pada kondisi awal suatu sistem yang kompleks dapat memicu dampak besar dan sulit diprediksi di kemudian hari. Sederhananya, kepak sayap kupu-kupu di hutan Amazon akan dapat menimbulkan badai di California. Itu dalilnya. ā£ā£
ā£ā£
Kita hari ini menghadapi risiko geopolitik dan ekonomi, gangguan supply chain, perkembangan teknologi dan AI, ancaman siber, perubahan regulasi, hingga risiko iklim. Tidak lagi berdiri sendiri. Satu perubahan dapat memicu dampak berantai terhadap bahan baku, energi, operasi, biaya, likuiditas, hingga kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi strategi. ā£ā£
ā£ā£
Karena itu, cara kita memandang risiko juga harus berubah. Manajemen risiko nggak lagi cukup hanya memastikan bahwa risiko telah teridentifikasi, tercatat, dan dimitigasi. Kita perlu mampu membaca perubahan lebih dini, memahami keterkaitan antar-risiko, menguji asumsi yang mendasari strategi, serta mengetahui kapan sebuah kondisi menuntut keputusan.ā£ā£
ā£ā£
Inilah semangat āNavigating Risk Beyond the Cycle; Turning Global Uncertainty into Strategic Resilience.ā Kita tidak hanya ingin menjadi entitas yang mampu merespons ketika risiko terjadi, tetapi perusahaan yang mampu mengantisipasi, beradaptasi, dan tetap bergerakā£ā£ maju di tengah ketidakpastian. Kira-kira begitu.
Hari yang baik, kami mengundang pembicara yang tepat. Terima kasih Bapak Nugroho Christijanto atas banyak insight, materi berdaging, dan tawaran baru dalam membaca ulang manajemen risiko. Kita ingin lahir perspektif yang lebih tajam, keputusan yang lebih antisipatif, dan langkah yang lebih konkret dalam memperkuat ketahanan PT Petrokimia Gresik sekarang dan masa yang akan datang. (*)
Penulis Muhammad Ihwan Fahrurrazi adalah Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik
















