Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Rasa hormat kepada para guru benar-benar melekat pada sosok Fandi Akhmad Yani. Alumnus Angkatan 1997 yang kini menjadi Bupati ini dengan penuh tawadhu’ mencium tangan para guru UPT SMPN 4 Gresik. Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini juga turut andil besar dalam mengantarkan Gus Yani menjadi orang nomor satu di Kabupaten Gresik.

Suasana haru itu berlangsung saat Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, SE yang akrab disapa Gus Yani meresmikan fasilitas yang ada di UPT SMP Negeri 4 Gresik, Senin (16/1/2023). Didampingi Kepala Sekolah Arif Abdul Rohman, S.Pd, MM, Gus Yani melangkah menghampiri para guru yang dulu mengajarnya dengan penuh kasih sayang. Sambil mencium tangan bentuk hormatnya, Gus Yani mengungkapkan rasa terima kasihnya hingga ditakdirkan Allah menjadi Bupati.

Usai memberikan penghormatan dan rasa terima kasihnya kepada Bapak Ibu Guru UPT SMPN 4 Gresik, Bupati Gus Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bakal memperkuat kurikulum berbasis kearifan lokal. Hal itu merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang salah satunya bertujuan untuk menekan aksi kekerasan di sekolah.
Pendidikan berbasis kearifan lokal atau keunggulan lokal adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dalam aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi ke dalam kurikulum sekolah. Dengan begitu, siswa dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga siswa memiliki kemampuan berkompetisi.

Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani juga sempat menyinggung kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan belum lama ini. Ia mengungkapkan rasa keprihatinannya pada kasus pemukulan siswa oleh guru.
Menurut Gus Yani, kasus tersebut dapat dihindari dengan lebih intens melakukan komunikasi tidak hanya pada siswa namun juga orangtua wali murid dan juga guru.
“Kurangnya komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. Saya berharap pada kepada semua yang ada pada lingkungan pendidikan serta wali murid dapat meningkatkan mutu pendidikan dan komunikasi baik dilingkungan sekolah maupun dengan orangtua wali murid,” jelas Gus Yani.

Bupati menambahkan bahwa tantangan yang tidak kalah penting pada era pendidikan saat ini adalah adanya keterbukaan dan kemudahan akses informasi. “Yang jika tidak disikapi dengan bijak dapat menimbulkan permasalahan tersendiri bagi sejumlah generasi muda,” ujarnya.

Gus Yani berharap pemberian pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan, sehingga para siswa memiliki kemampuan untuk memfilter berbagai informasi yang masuk.

Menurut Gus Yani, saat ini pendidikan menjadi garda terdepan untuk menentukan kualitas dan karakter generasi penerus yang akan datang. Peran sekolah sebagai media pendidikan formal dengan kegiatan belajar mengajarnya menjadi pengaruh besar pembentuk karakter generasi penerus bangsa.
Ia menyampaikan, era kemajuan teknologi saat ini juga harus lebih mengedepankan kualitas pendidikan. Menjadikan sekolah sebagai wadah prestasi misalnya. Kemudian hal disiplin, netralitas, serta menjunjung tinggi etika dan moral.

”Kepala Sekolah harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kualitas manajemen yang mendukung kemajuan proses belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya,” tandas Gus Yani.
Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing adalah tugas dan tanggungjawab Kepala Sekolah. Sebagai Kepala Sekolah dituntut untuk mampu memotivasi guru, siswa dan karyawan-karyawati sekolah untuk bersinergi meningkatkan kualitas dan kemajuan sekolah. (Didik Hendri Telisik Hati)
















