Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Proses pembelajaran itu harus bisa menyenangkan. Dalam proses belajar mengajar akan lebih efektif bila dilakukan dalam situasi yang menyenangkan, baik bagi peserta didik maupun guru.
Dari dasar itulah Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Gresik menyelenggarakan workshop IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) dengan mengusung tema “Menjadi Guru yang Inspiratif dan Inovatif”. Workshop kali ini penting untuk dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pembekalan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan program PPL 2 STAIDA Gresik.
Workshop tersebut ditempatkan di Aula STAIDA Gresik dengan melibatkan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan program PPL 2 Staida Gresik, Senin (16/1/2023).
Ketua STAIDA Gresik Dr. Ahmad Syifa’ul Qulub, S.Ag, M.EI mengatakan, workshop ini sangat penting untuk persiapan dan pembekalan mahasiswa yang akan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
“Alhamdulillah semoga workshop ini bisa dijadikan bekal dan ilmu untuk mahasiswa sehingga di tempat lokasi PPL nanti para mahasiswa benar-benar siap mengajar dan paham akan IKM,” tuturnya.
Lebih lanjut Gus Afuq sapaan akrabnya berpesan, jadilah pendidik yang berkompeten dan berkarakter, karena setiap madrasah atau sekolah tempat PPL 2 mempunyai karakter dan statemen berbeda-beda dan kita tentu harus mempunyai solusi untuk menghadapinya.
“Guru yang inspiratif dan inovatif akan mudah menguasai sosial media dan internet serta menguasai publik,” pungkas Wakil Ketua PCNU Gresik yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.
Sementara itu narasumber workshop Syamsul Anam, M.Pd yang juga Ketua Pergunu Kabupaten Gresik menyampaikan hasil workshop antara lain :
1. Indikator menjadi guru yang inspiratif, inovatif, dan kreatif di masa yang serba canggih di mana ada banyak peran guru yang seakan-akan digantikan teknologi, sebagai calon guru yang berideologi Aswaja Annahdliyah kita tidak boleh meninggalkan metode ala Muassis NU yang dipadukan dengan metode terkini.
2. Pemahaman tentang Kurikulum Merdeka yang digalakkan sekarang ini, baik oleh Kemendikbudristek maupun Kemenag sebagai bekal mahasiswa PPL, karena di tempat PPL nanti akan ditanya tentang IKM. Terutama tentang KOSP, CP, Modul Ajar, dan yang lainnya.
3. Pemahaman tentang kokurikuler dalam kurikulum merdeka yang diaplikasikan dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan dimensi dan temanya serta aplikasi dalam pembelajaran.
“Saya berharap ini bisa diaplikasi oleh mahasiswa calon pendidik di tempat lokasi PPL,” pungkas Syamsul Anam penuh semangat. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















