Penulisš Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Anggota Komisi III DPRD Gresik H. Abdullah Hamdi, S.S prihatin dengan banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan, baik SDN maupun SMPN. Kerusakan dengan kategori berat, sedang, dan ringan itu tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik.
Komisi III DPRD Gresik yang membidangi Pembangunan ini berjanji bakal mengawal proses perbaikan ratusan sekolah yang mengalami kerusakan. Kendati perbaikan yang dilakukan secara bertahap, mengingat Pemkab Gresik terbentur kekuatan fiskal (anggaran).

“Tahun ini, Dispendik Gresik baru mampu mengalokasikan anggaran Rp 13,5 miliar. Padahal, kebutuhan riil anggaran untuk perbaikan sekolah yang rusak mencapai Rp 300 miliar, bahkan sampaiĀ Rp500 miliar,” beber anggota Fraksi PKB DPRD Gresik ini,” Kamis (15/6/2023).
Lebih lanjut wakil rakyat yang dijuluki ‘Macan Dewan’ ini menegaskan, sebenarnya kalau anggarannya mampu, bisa dilakukan dengan cara berkesinambungan (multi years). Misal tahun 2023 Rp 100 miliar untuk ratusan sekolah. Kemudian tahun berikutnya Rp 100 miliar lagi hingga tuntas, sehingga bisa dipastikan kapan rampungnya perbaikan sekolah rusak.
“Namun, lantaran keterbatasan anggaran, maka dilakukan semampunya. Seperti tahun ini hanya mampu mengalokasikan anggaran Rp 13,5 miliar,” cetus Abah Hamdi sapaan akrabnya yang siap bertarung lagi pada Pileg 2024 Dapil 3 (Daerah Pemilihan) Menganti – Kedamean ini.

Wakil rakyat yang viral lebih suka makan di pinggir jalan ketimbang di restoran ini menambahkan, untuk mempercepat perbaikan sekolah rusak, Dispendik harus pandai-pandai mencari bantuan pembiayaan. Bisa melalui lobi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN. Selain itu juga bisa dengan cara menggandeng pihak ketiga, dengan cara kerja sama pemerintah swasta (KPS).
“Kami sudah minta Dispendik membuat grand design perbaikan gedung SDN maupun SMPN rusak yang jumlahnya mencapai ratusan itu. Langkah ini untuk mengetahui berapa jumlah sekolah yang rusak berat dan butuh segera dilakukan perbaikan. Kemudian dilanjut perbaikan sekolah yang rusak sedang dan ringan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik H. S. Hariyanto, S.Pd, MM sama sekali tidak membantah jika banyak sekolah rusak, baik SDN maupun SMPN yang memang butuh perbaikan.
Diakui Kadispendik, jumlah lembaga pendidikan di Gresik memang cukup banyak. Ada 389 SDN dan 34 SMPN. Dari jumlah itu, 300 ruangan membutuhkan perbaikan. Namun kerusakan itu tidak mencakup satu sekolahan. Melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan.
Untuk itu, perbaikan sekolah akan terus dilakukan secara bertahap. Pihaknya sudah memiliki data sekolah rusak. Tapi untuk menyelesaikan rehab sekolah ini butuh anggaran sekitar Rp 300 – 500 miliar.
āNanti setiap tahun diajukan anggaran untuk perbaikan. Malah ini banyak yang sudah masuk, namun belum bisa diperbaiki tahun ini, seperti SDN 215 Gresik. Mohon doanya, meski secara bertahap, semoga perbaikan sekolah yang rusak bisa segera tuntas,” ucap Kadispendik yang dikenal sat set menanggapi berbagai permasalahan di dunia pendidikan ini. (*Advetorial/Didik Hendri Telisik Hati)
















