Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jatim Dr. H. Husnul Maram, M.HI yang akrab disapa Mas Maram memberikan penyuluhan manasik haji sepanjang tahun kepada 600 jemaah haji waiting list Kabupaten Sumenep. Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (15/9/2023) bertempat di aula Al-iklhas Sumenep.
Dalam paparannya Kakanwil menyampaikan tentang profil jama’ah haji daftar tunggu untuk tahun ini, untuk lulusan SD sebanyak 324.679 (29%), untuk lulusan SMP sebanyak 150.608 (13,4%), lulusan SMA sebanyak 290.828 (25,97%), D2 dan D3 sebanyak 168.000 (4%), lulusan Sarjana sebanyak 264.826 (23,65%), lulusan S2 sebanyak 30.692 (2,74%), lulusan S3 sebanyak 1567 (0,64%), dan lain lain sebanyak 0,89%. Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan daftar jama’ah sesuai dengan jenis kelamin, untuk pria sebanyak 524.931 (47,68%), dan untuk wanita sebanyak 576.205 (52,32%).
Daftar tunggu jama’ah haji untuk seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang menunggu panggilan berkisar 5.000.000+ (artinya yang sudah membayar Rp. 25.000.000) untuk Jawa Timur per September kemarin 1.101.136 (1/5 seluruh jama’ah haji Indonesia), sedangkan Kabupaten Sumenep menduduki ranking ke-12, yang menunggu 36.124 jama’ah termasuk yang hadir pada saat ini.
“Bagi jama’ah reguler yang mendaftar sekarang maka 35 tahun lagi, sedangkan untuk jamaah pendaftar haji khusus 8 tahun lagi akan berangkat. Hal tersebut disampaikan agar masyarakat tidak tertipu,” tegas Mas Maram, orang nomor satu di lingkungan Kemenag Jatim asal Gresik ini, Sabtu (16/9/2023).
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Chaironi Hidayat dalam laporannya menyampaikan bahwa dasar hukum dari pelaksanaan acara tersebut adalah UU No.8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dan keputusan Direktur Penyelenggaraan ibadah haji dan umrah No.250 tahun 2023 tentang pedoman penyuluhan manasik haji sepanjang tahun.
“Acara tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan sejak dini para jama’ah haji waiting list di tahun berjalan agar lebih mandiri dan menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan dapat mencapai haji yang mabrur,” tuturnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















