Penulis📚 Sugito, S.Pd/Telisik Hati
BN News.com – Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memberi pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia antara lain, adanya tuntutan untuk selalu menciptakan inovasi atau produk baru yang membutuhkan keterampilan baru pada sumber daya manusia. Pengaruh IPTEK ini juga dapat terlihat pada bidang pendidikan, merupakan adanya tuntutan untuk selalu mengembangkan inovasi pembelajaran yang bersumber dari kreativitas manusia dalam membngun konsep, teori, dan teknologi baru, untuk meningkatkan kualitas dalam bidang pendidikan.
Era digital seperti sekarang membuat segala sesuatu hadir dalam versi digital, termasuk buku digital yang dikenal juga dengan istilah e-book. E-book atau electronic book (buku elektronik) menjadi salah satu jenis literasi masa kini yang hadir dalam format digital. Awal kehadirannya disebut akan menggeser buku fisik. Namun siapa sangka, justru antara ebook dengan buku fisik saling bersanding dan rukun sampai sekarang. Sebab keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang saling melengkapi. Sehingga ketika ada satu kekurangan dirasakan pembaca, maka beralih ke versi lain untuk menambal kekurangan tersebut.
Berkembangnya teknologi saat ini telah menghasilkan berbagai produk digital yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, contohnya sebelumya kita memerlukan waktu dan tenaga untuk mentransfer uang; pergi ke Bank atau Kantor Pos, saat ini kita dapat dengan mudah mentransfer uang hanya dengan menekan tombol handphone menggunakan fitur mBanking. Selain mBanking banyak juga istilah lain yang muncul akibat dari berkembengnya teknologi seperti; e-Commerce, e-Banking, e- Ticket, e-Gift, e-Card, e-Cigarettes, e-Learning dan e-Book (buku elektronik).
Banyaknya produk digital tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh seorang guru agar dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran dan pada akhirnya mutu lulusan akan meningkat. Untuk dapat meningkatkan mutu lulusan, maka seorang guru harus dapat mengembangkan media pembelajaran yang menyenangkan yang memiliki banyak fitur yang dapat membantu siswa dalam memahami suatu konsep atau teori sehingga akan mudah diaplikasikan pada kehidupan sebenarnya.
Dewasa ini buku digital atau ebook lebih diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku fisik, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku digital dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Selain itu buku digital sangat praktis karena dapat dibuka di smartphone maupun komputer. Transisi penggunaan buku digital dari buku fisik akan membawa dampak pada perpustakaan tradisional.
Perpustakaan tradisional mulai ditinggalkan karena kebutuhan mobilitas yang cepat dan fleksibilitas yang tinggi. Seiring semakin ditinggalkannya perpustakaan tradisional, semakin bertambah komputer yang difungsikan sebagai personal server. Personal server sudah semestinya dimiliki setiap rumah/instansi di era modern seperti sekarang ini. Personal server akan menggantikan fungsi perpustakaan tradisional/fisik menjadi digital yang dapat diakses melalui smartphone maupun komputer.
Buku digital atau buku elektronik, disingkat e-book, atau ebook, merupakan bentuk digital dari buku cetak. Buku cetak pada umumnya terdiri atas setumpuk kertas dijilid yang berisi teks atau teks dan atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang dapat berisi teks, gambar, audio, video, yang dapat dibaca di komputer, laptop, tablet, atau smartphone. Teknologi digital memungkinkan menyimpan, membawa, dan membaca buku hanya dengan peralatan “kecil” saja, lebih kecil dari ukuran bukunya itu sendiri. Banyak perangkat komunikasi yang dapat digunakan sebagai alat baca buku digital seperti Feature phone, Smartphone, dan Tablet.
Buku digital adalah salah satu jenis buku atau bacaan yang hadir dalam bentuk softcopy atau elektronik yang kemudian bisa dibaca menggunakan perangkat digital, baik itu smartphone maupun komputer (PC dan laptop). Meskipun bentuknya softcopy yang artinya tidak memiliki fisik karena desain atau layout buku tidak dicetak dalam media kertas seperti buku konvensional. Namun dari segi tampilan ternyata sama persis dengan buku pada umumnya.
Format elektronik pada buku digital pada dasarnya cukup bervariasi. Mulai dari format HTML, PDF, TXT, XML, Mobi, dan lain sebagainya. Namun kebanyakan hadir dalam format PDF, kecuali untuk beberapa penerbit yang memakai format lain agar tampilannya sama persis seperti ketika membuka buku konvensional.
Buku digital juga dinilai sebagai media pembelajaran yang lebih efisien. Karena buku digital mudah dipahami dan cepat dihafalkan. Buku digital dapat dijadikan sebagai media untuk mengungkapkan ide atau gagasan baru. Penulis bisa lebih muda menuangkan ide tulisannya dan mempublikasikan secara mudah serta murah.
Buku digital merupakan buku versi elektronik yang dapat dibaca menggunakan handphone, laptop, computer, dan juga elektronik lainnya. Cara mengaksesnya pun lebih mudah dan ringkas sehingga dapat dibawa kapanpun dan dimanapun. Kelebihan digital book ini sendiri diantaranya, anti sobek, sangat praktis bisa di pakai kapanpun karena dapat di gunakan melalui hp, hemat ruang dan ramah lingkungan. Mudah diakses yaitu dengan mengunduh atau membaca melalui file yang diberikan oleh pihak madrasah. Dan yang terpenting adalah ekonomis, harganya leboh terjangkau dan bahkan ada yang gratis dibandingkan buku fisik.
Buku digital kemudian memanjakan siapa saja yang lebih nyaman membaca di depan perangkat elektronik. Sekaligus membantu pelaksanaan kegiatan membaca dan aktivitas lain yang berkaitan dengan kegiatan membaca untuk dilakukan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja.
Buku adalah jendela dunia terlepas dari apapun bentuknya. Lagipula, buku digital sama saja dengan buku teks (cetak) yang biasanya digunakan. Perbedaannya hanya terletak pada bentuk buku yang tersedia.Buku teks adalah kumpulan informasi yang dicetak dalam lembaran kertas, sedangkan buku digital adalah kumpulan informasi yang tersimpan dalam bentuk file dan dapat diakses secara digital. Keduanya sama-sama bermanfaat sebagai sumber informasi dan pembelajaran untuk para siswa. Namun tentu saja, buku digital saat ini lebih direkomendasikan mengingat para siswa tidak bisa datang langsung ke perpustakaan madrasah.
Fungsi buku digital diantaranya: Pertama, Sebagai Media Informasi. Tidak dapat dipungkiri jika kehadiran buku digital tidak sekedar menawarkan kemudahan bagi pengguna digital untuk membaca buku. Secara tidak langsung berfungsi sebagai media informasi. Sebagai transformasi ilmu pengetahuan dan mencerdaskan bangsa;
Kedua, Sebagai Sumber Pembelajaran. Buku digital sebagai sumber pembelajaran. Tidak tanggung-tanggung, hampir semua jenjang pendidikan membutuhkan buku untuk pendampingan belajar. Mungkin tiga puluh tahun yang lalu buku pembelajaran berupa buku fisik/cetak;
Ketiga, Media Menuangkan Ide Baru. Buat sebagian orang, buku sebagai teman di waktu luang atau kesepian. Sebagian lagi buku menjadi sumber ilmu pengetahuan. Sebagiannya, buku sebagai tempat untuk menuangkan ide baru mereka. Bagi seorang penulis atau seorang pemikir, buku menjadi teman terbaik untuk menuliskan segala hal. Baik itu bersifat imajinatif ataupun yang bersifat fakta. Bahkan, buku juga bisa dijadikan sebagai kekuatan dan semangat bagi penulisnya maupun bagi pembacanya;
Keempat. Untuk Bisnis (Jualan Buku). Barangkali ada sebagian memiliki jiwa entrepreneur. Buku digital tidak sekedar sebagai transformasi ilmu ataupun sebagai sumber pembelajaran. Tetapi dapat kamu jadikan sebagai peluang bisnis. Beberapa tahun terakhir, banyak penulis yang memilih menerbitkan buku secara indie dalam bentuk buku digital atau ebook. Ketika penulis menerbitkan buku secara indie, maka proses penjualan ebook dilakukan secara mandiri, dengan keuntungan hasil jual dua kali lebih tinggi, dibandingkan jika diserahkan ke pihak lain;
Kelima, arsip ilmu yang aman dan mudah. Fungsi buku digital memiliki ketahanan lebih tinggi dibandingkan buku konvensional. Buku-buku konvensional atau buku cetak memiliki kelemahan dalam hal keawetan. Buku yang terlalu tua, lebih cepat rusak. Tidak hanya rusak secara tampilan fisik, tetapi juga bagian tulisan juga semakin memudar. Kualitas kertas pun rapuh setiap kali dibuka-buka. Itu sebabnya, khusus buku-buku lawas ataupun buku langka diamankan oleh perpustakaan daerah/nasional secara ketat. Buku digital dianggap lebih awet. Karena tidak lekang oleh waktu. Kualitas warna tinta pun juga tetap terjaga. Setidaknya buku digital lebih mudah juga untuk diakses dan tidak membutuhkan ruang penyimpanan seperti halnya buku konvensional;
Keenam, Peduli Lingkungan. Kertas yang digunakan untuk mencetak bku berasal dari batang pohon yang diolah sedemikian rupa oleh pabrik. Semakin banyak buku yang dicetak di kertas maka semakin banyak pula pohon di bumi yang ditebang. Hal ini tentu mendorong terjadinya penggundulan hutan dan pemanasan global. Oleh sebab itu untuk kamu yang memperhatikan lingkungan bisa mengutamakan buku digital. Sebab dijamin lebih ramah lingkungan karena tidak dicetak di media kertas.
Buku digital dianggap lebih efektif dan efisien karena tersedia dalam bentuk yang beragam seperti audio dan video. Para siswa bahkan bisa mengaksesnya kapan saja dan dimana saja. Inovasi ini juga dapat mengurangi beban guru dalam mengajar dan menjelaskan pelajaran kepada para siswa. Bahkan ketika para siswa ingin mencari informasi tertentu, mereka bisa langsung menemukannya dengan mengetikkan kata kunci tertentu.
Manfaat buku digital dalam media pembelajaran diantaranya: Pertama, Video Pembelajaran. Dapat membuat video tentang materi pelajaran yang tercantum di buku madrasah. Agar lebih interaktif dan tidak membosankan, dapat mengemasnya dengan berbagai cara yang menarik. Kelebihan lainnya adalah para siswa dapat mengakses video yang unggah dan memutarnya ulang kapan saja.
Kedua, Laboratorium maya. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di buku pelajaran dikemas secara menarik melalui fitur. Tanpa harus datang ke laboratorium, para siswa dapat melakukan simulasi praktikum laboratorium yang akan membantu mereka memahami materi praktikum secara menyenangkan.
Ketiga, Penugasan dan ujian online tanpa ribet. Melalui sistem terintegrasi yang disediakan di Madrasah, dapat memberikan dan menerima tugas dari para siswa dengan mudah. Pekerjaan Rumah tersebut dapat langsung dikirim, unduh, dan diunggah dalam format apapun. Ketersediaan buku digital dan konten interaktif tentunya dapat membantu para siswa untuk belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan.
Keempat. gerakan cinta membaca. Dengan membaca, para pelajar dan yang lainnya pun mendapatkan ilmu serta wawasan yang luas. Membaca buku, artikel, website, dan sumber bacaan lainnya sangat bermanfaat bagi kita. Di masa pandemi, sistem pembelajaran dilaksanakan secara daring yang dimana itu seba online termasuk bukuonline atau buku digital ( E-book). Guru memberikan tugas membaca kepada siswa di rumah. Secara tidak langsung mengurangi ketergantungan anak pada gadged. Bentuk tugas kerjanya siswa ditugaskan untuk membaca kemudian menyusun ringkasan atau sinopsis dari buku yang pernah dibaca. Tugas membuat ranguman atau sinopsis dikumpulkan dan dilai oleh guru ketika mengajar.
Buku digital sudah disiapkan oleh Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi badan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan pusat perbukuan untuk mata pelajaran umum sedang buku agama sudah disiapkan direktorat jenderal pendidikan islam kementerian agama Republik Indonesia. Buku digital mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama dapat dijadikan referensi dalam media pembelajaran.
Selain buku sudah disiapkan oleh pemerintah, guru juga dapat membuat buku digital yang interaktif sebagai media pembelajaran. Cara membuat buku digital diantaranya: Pertama, Tahap awal membuat buku elektronik adalah memilih aplikasi yang akan kita pakai untuk membuat buku elektronik, pilihlah aplikasi yang paling mudah, pahami semua fitur yang ada, berikut adalah beberapa aplikasi yang dapat anda pilih; Canva, Sigil, Jutoh, Word to Epub, dan lain-lain.
Kedua,membuat peta konsep, sampai kepada penentuan judul dan bagian bab-bab yang akan ditulis. Kita juga dapat membuat rencana media apa yang akan dimasukan ke dalam buku elektronik, karena buku elektronik berbasis digital maka banyak media yang dapat disimpan di buku elektronik seperti media gambar, audio, video, dan animasi. Hal ini tentu akan membuat kegiatan membaca menjadi menyenangkan.
Ketiga, mengumpulkan bahan-bahan berupa bacaan, gambar, audio,video, dan animasi. Bahan yang dikumpulkan dapat dibuat sendiri atau mencari dari sumber lain. Semakin menarik isi dari bahan tersebut maka kualitas buku elektronik akan semakin baik, karena pembaca dalam hal ini siswa akan merasa menemukan hal-hal baru dari media berupa buku elektronik yang kita buat. Kumpulkanlah bahan sebanyak-banyaknya agar dapat dipilih yang terbaik.
Keempat, proses pembuatan buku elektronik. Buatlah desain yang menarik; warna sampul, warna tulisan, bentuk huruf, dan tata letak gambar/video/animasi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penulisan kata atau kalimat yang singkat dan jelas serta tidak mengandung arti kata yang bias. Buatlah tulisan buku elektronik anda nyaman untuk dibaca, memiliki contoh yang lengkap dan jelas. buku elektronik yang baik akan dapat membuat siswa terkesan dan akan meningkatkan motivasi untuk belajar.
Kelima, uji coba, buku elektronik yang sudah dibuat kemudian diuji coba kepada beberapa siswa, termasuk kepada guru. Hal ini dilakukan untuk mendapat masukan atau saran. Bagian-bagian yang masih belum cocok dengan materi atau tujuan pembelajaran dapat diperbaiki. Jika sudah dirasa baik oleh siswa dan guru, maka buku elektronik sudah siap dipakai sebagai media pembelajaran di kelas bahkan dapat disebarluaskan ke sekolah lain.
Para guru atau pendidik serta para pustakawan sangat dituntut untuk terus tetap kreatif dan adaptif dalam memberikan serta menyediakan beberapa sumber bacaan yang layak untuk para pelajar ata siswa yang bermadrasah dalam bentuk digital. Sebenarnya isinya tidak jauh beda dengan buku fisik pada umumnya bahkan sama, hanya saja dikemas dalam digital. Masing masing buku memiliki kelebihan dan kelemahannya masing masing. Tugas guru atau pendidik dimadrasah ialah mengarakan para pelajar dengan benar agar tetap dapat memperoleh ilmu dan informasi dengan benar. Karena pada dasarnya buku adalah salah satu sumber atau hal yang penting dalam sebuah pembelajaran.
Para pelajar dapat membaca buku digital ini kapanpun dan kapanpun. Karena biasa pelajar jika di luar jarang sekali membawa buku tetapi mereka selalu membawa handphone. Hal tersebut juga dapat dimanfaatkan saat waktu senggang, para pelajar bisa embuka buku yang ada di ponselnya. Dan biasanya buku digital halamannya lebih mudah dicari dengan pmenggunakan fitur search yang telah di sediakan.
Buku digital sangatlah membantu para pelajar baik dalam pelajaran daring maupun offline. Karena pada dasarnya hamper diseluruh madrasah di Indonesia pasti menggunakan buku sebagai media atau sarana untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Para pendidik atau guru memiliki peranan yaitu mendorong para siswanya agar tidak malas membaca buku, karena sekarang sudah disediakan buku digital yang dimana itu lebih mudah untuk diakses.
Hal yang dapat dilakukan adalah salah satunya dengan memberikan tugas yang dimana tugas tersebut memerlukan siswa untuk membaca buku tersebut. Atau bisa juga diberikan tugas berupa merangkum. Hal tersebut dapat memicu siswa untuk belajar dan membaca buku. Selain itu guru juga dapat bekerjasama dengan orangtua murid mengenai hal ini, dengan cara menyaran orangtua murid untuk menghimbau putra putri nya membaca buku. Karena orangtua memiliki waktu lebih banyak dengan para murid dibandingkan dengan guru. Orangtua juga bisa untuk terus memantau anaknya agar tetap membaca buku.
Membaca buku tidak ada batasnya, baik buku fisik maupun digital book. Masing-masing buku memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Digital book kini lebih sering digunakan karena sistem madrasah yang saat ini menggunakan sistem daring, dimana madrasah tidak bisa membagikan bukunya ke rumah murid satu persatu, maka digital book lah solusinya, hanya tinggal mengirim file pun semua siswa dapat mengakses file. Dan mengenai buku illegal, kita harus mencari tahu dulu sumber bacaannya sebelum mengunduh. Namun, biasanya madrasah menyediakan e-book khusus yang pastinya legal bagi para pelajar. Keduanya hanyalah sebuah opsi saja kita mau pilih yang mana.
Penggunaan buku digital sendiri, lebih praktis dan dapat dibawa kemana saja dan kapanpun. Dengan buku digital tersebut ternyata para peserta didik merasa senang karena isinya yang menarik dan tidak membosankan. Pembelajaran daring bisa berjalan dengan lancar, peserta didik tanpa susah payah membeli buku atau meminjam di perpustakaan. Guru hanya mengirimkan link di group kelas dan peserta didik dapat mengakses sendiri kapanpun mereka bisa. Buku digital ini dirasa sangat efektif dan membantu mengatasi pembelajaran.
Guru yang terus belajar mengembangkan diri dan peserta didik yang mendukung guru, ternyata bisa menemukan inovasi pembelajaran yang menarik dengan menggunakan digital. Perkembangan teknologi yang serba digital dapat kita manfaatkan dalam kehidupan kita. Sekarang semua orang menggunakan digital dalam keseharian tetapi tidak semua orang bisa memanfaatkan dengan bijak. Anak-anak madrasah adalah calon penerus bangsa kita dan guru yang mengajarkan, kolaborasi antara guru dan peserta didik yang inovatif pasti akan menghasilkan hal yang luar biasa. (Sugito, S.Pd/Telisik Hati)
















